UIC Segera Lunasi Obligasi Rp 487 Miliar

UIC Segera Lunasi Obligasi Rp 487 Miliar

- detikFinance
Selasa, 23 Sep 2008 09:26 WIB
UIC Segera Lunasi Obligasi Rp 487 Miliar
Jakarta - Produsen bahan kimia Alkylbenzene (AB) PT Unggul Indah Cahaya Tbk (UNIC/UIC) segera melunasi obligasi yang masih beredar senilai Rp 487 miliar. Pada periode 2007-2008 perseroan telah melakukan buyback obligasi Rp 113 miliar.

"Nilai obligasi yang masih beredar sebesar Rp 487 miliar. Akan kami lunasi sebelum jatuh tempo Oktober 2008," ujar Direktur Utama UNIC, Yani Alifen usai paparan publik di hotel Mulia, Jl Asia Afrika, Jakarta, Senin Malam (22/9/2008).

Pada tahun 2003, UNIC menerbitkan obligasi senilai Rp 600 miliar dengan tenor 5 tahun. Tahun lalu, perseroan telah melakukan pembelian kembali (buy back) obligasi senilai Rp 54 miliar. Hingga semester I 2008, perseroan kembali melakukan buy back obligasi sebesar Rp 59 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi total yang sudah dilunasi sebesar Rp 113 miliar. Sisanya masih ada Rp 487 miliar," ujar Yani.

Dana yang akan digunakan perseroan untuk melunasi sisa obligasi yang masih beredar, diperoleh dari pinjaman BCA, Rabo Bank, Bank Ekonomi Rahardja dan Standard Chartered Bank senilai US$ 55 juta.

"Pinjaman sebesar US$ 55 juta atau setara dengan Rp 506 miliar tersebut, menggunakan suku bunga 6% yang diperoleh pada 18 September lalu. Tenornya selama 5 tahun," jelas Yani.

UNIC merupakan produsen tunggal alkylbenzene atau bahan baku pembuatan deterjen. Pada semester I lalu perseroan membukukan kenaikan laba bersih sebesar US$ 18,1 juta, naik signifikan sebesar 17.817% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 0,1 juta.

"Tingginya harga minyak mentah selama semester pertama 2008 berimbas pada harga jual, sehingga penjualan bersih konsolidasi perseroan pada periode yang sama tumbuh 24% menjadi US$ 200,4 juta dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 161,2 juta," urai Yani.

Selain itu, peningkatan produksi sebesar 11% dari 53.839 MT menjadi 59.982 MT juga menjadi salah satu faktor pendongkrak penjualan perseroan semester I lalu.

"Tahun ini kami menargetkan produksi sebanyak 120 ribu MT. Produksi di semester II tidak akan terlalu jauh dari semester I," ulas Yani.

Mengenai target perolehan penjualan tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan antara 5-10%. Menurut Yani, pada semester II ini perolehan penjualan tidak akan sebesar semester I.

"Karena harga minyak di semester II tidak setinggi semester I lalu," jelas Yani yang enggan target pertumbuhan laba bersih tahun ini. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads