Pasar finansial dalam negeri juga dibayangi pergerakan harga minyak dunia yang kembali tembus US$ 120 juta per barel. Meski memberikan sentimen negatif ke perekonomian Indonesia, kenaikan harga minyak justru memacu kenaikan saham komoditas.
Sedangkan saham-saham perbankan menjadi pemicu pelemahan IHSG di sesi siang. Pada penutupan perdagangan sesi satu, Selasa (23/9/2008) IHSG turun 12,447 poin (0,66%) menjadi 1.884,895.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β
Sementara bursa saham Asia bervariasi pada perdagangan sesi siang seperti Hang Seng turun 2,68%, Seoul naik 1%, KOSPI naik 0,95%, Shanghai turun 0,96%, STI Singapura turun 2% dan Taiwan naik 0,54%.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 33.832 kali, dengan volume 1,148 miliar unit saham, senilai Rp 1,839 triliun. Sebanyak 47 saham naik, 99 saham turun dan 52 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.750, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 6.850, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 menjadi Rp 17.600, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 5.700 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 50 menjadi Rp 3.200.
Sedangkan saham-saham tambang mengalami kenaikan harga antara lain, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 375 menjadi Rp 3.400, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 80 menjadi Rp 1.590, Timah (TINS) naik Rp 60 menjadi Rp 1.720, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 menjadi Rp 10.200 dan Indika Energy (INDY) naik Rp 175 menjadi Rp 2.325. (ir/qom)











































