Jakarta - Stabilitas rupiah terganggu karena aksi jaga-jaga investor yang lebih memilih memegang dolar AS menjelang libur panjang Idul Fitri. Rupiah pun kembali melemah tanpa bisa memanfaatkan pelemahan dolar AS terhadap euro.
Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Selasa (23/9/2008) rupiah melemah 35 poin ke posisi 9.320 per dolar AS. Padahal sebelumnya rupiah hari ini sempat menguat ke level 9.280 per dolar AS.
Naiknya lagi harga minyak ke US$ 120 per dolar AS dijadikan alasan pelaku pasar untuk melepas rupiah. Kenaikan harga minyak dunia ditakutkan bisa kembali mengganggu subsidi BBM dan menaikkan biaya impor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara mata uang regional lainnya ditutup bervariasi terhadap dolar AS seperti dolar Hong Kong menguat 0,07%, rupee India melemah 1,26%, won Korea melemah 1,7%, peso Filipina melemah 0,78%, dolar Singapura turun 0,27%, dan bath Thailand menguat 0,32%.
(ir/qom)