Wall Street Kembali Tersungkur

Wall Street Kembali Tersungkur

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2008 07:21 WIB
Wall Street Kembali Tersungkur
Jakarta - Saham-saham di Wall Street kembali tersungkur oleh aksi jual besar di menit-menit akhir perdagangan. Investor masih belum yakin tentang nasib perbankan, meski rencana penyelamatan sektor tersebut sudah dibuat.

Pada perdagangan Selasa (23/9/2008), indeks Dow Jones turun 161,52 poin (1,47%) ke level 10.854,17. Nasdaq anjlok 25,64 poin (1,18%) ke level 2.153,34 dan Standard & Poor's 500 turun 18,87 poin (1,56%) ke level 1.188,22.

Di saat para anggota kongres sedang memperdebatkan rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar, anggota Komite Perbankan Senat Christopher Dodd mengatakan bahwa rencana tersebut 'tidak dapat diterima'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal Menteri Keuangan AS Henry Paulson dan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke sebelumnya sudah mendesak agar kongres segera memberikan persetujuan atas rencana penyelamatan tersebut, demi memberikan ketenangan di pasar.

"Investor mulai khawatir tentang rencana bailout itu, sebagaimana digambarkan pada Kamis malam dan Jumat, kemungkinan akan menjadi sasaran politik," ujar Kevin Giddis, analis dari Morgan Keegan seperti dikutip dari AFP, Rabu (24/9/2008).

"Ini adalah permainan politik yang dapat mempercepat atau bahkan memperlambat pendanaan dari bailout dan ini hanya akan terus membuat pasar khawatir," imbuhnya.

Bernanke sebelumnya mengingatkan bahwa meski langkah penyelamatan krisis finansial sudah diumumkan, namun pasar masih mendapat tekanan yang besar.

Sementara Paulson mengingatkan bahwa jika kongres tidak mengambil keputusan dengan cepat, maka krisis kredit dapat mengancam sebagian dari perekonomian AS.

Harga Minyak Turun


Sementara harga minyak mentah yang kemarin melonjak tajam, akhirnya turun ditengah menguatnya dolar AS.

Pada perdagangan kemarin, kontrak utama New York untuk minyak jenis light pengiriman November turun 2,76 dolar ke level US$ 106,61 per barel.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman Oktober juga turun 2,96 dolar ke level US$ 120,92 per barel, setelah kemarin sempat melonjak 6,43 dolar.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads