IHSG Terus Dibayangi Kabar Buruk

IHSG Terus Dibayangi Kabar Buruk

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2008 07:40 WIB
IHSG Terus Dibayangi Kabar Buruk
Jakarta - Pasar saham lokal masih terus dibayangi kabar buruk dari bursa global. Belum pulihnya kondisi pasar finansial di AS merontokkan keyakinan investor untuk berburu saham-saham favorit.

Pada perdagangan saham Rabu (24/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih akan mengalami tekanan menyusul luruhnya saham-saham di Wall Street.

Investor di Wall Street masih belum yakin tentang nasib perbankan, meski rencana penyelamatan senilai US$ 700 miliar oleh pemerintah AS sudah dibuat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alhasil, pada perdagangan Selasa waktu AS (23/9/2008), indeks Dow Jones turun 161,52 poin (1,47%) ke level 10.854,17. Nasdaq anjlok 25,64 poin (1,18%) ke level 2.153,34 dan Standard & Poor's 500 turun 18,87 poin (1,56%) ke level 1.188,22.

Kongres di AS juga masih berdebat soal persetujuan program penyelamatan tersebut. Anggota Komite Perbankan Senat Christopher Dodd mengatakan bahwa rencana tersebut tidak dapat diterima.

Padahal Menteri Keuangan AS Henry Paulson dan Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke sebelumnya sudah mendesak agar kongres segera memberikan persetujuan atas rencana penyelamatan tersebut, demi memberikan ketenangan di pasar

Sementara turunnya harga minyak di New York untuk minyak jenis light pengiriman November ke level US$ 106 per barel juga akan mempengaruhi pergerakan saham-saham komoditas di Bursa Efek Indonesia.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (23/9/2008) IHSG turun 24,242 poin (1,28%) menjadi 1.873,100.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks terkoreksi 24 poin ke posisi 1.873 dipicu oleh melemahnya bursa regional serta investor yang profit taking karena antisipasi libur Idul Fitri. Walaupun indikator MACD masih memberi peluang indeks menguat namun nilai transaksi yang mulai turun dan indikator Stockhastic F cenderung overbought bakal menekan indeks kembali melemah. Indeks diperkirakan melemah dilevel 1.850-1.890 dengan pilihan saham: INDF, INCO, TINS, PTBA, dan ANTM.

eTrading Securities


Dow Jones gagal bertahan pada territori positif dan menutup sesi perdagangan yang volatile dengan penurunan setelah mendapat testimoni dari legislator. Dow ditutup turun 161 pts (-1,5%) menjadi 10,854.Β 

Legislator menyebutkan rencana dana bantuan US$ 700 miliar untuk penyelamatkan sektor financial unjustifiable. Apakah angka US$ 700 miliar cukup untuk menyelamatkan sektor finansial dan kapan dana bantuan ini akan mulai diberikan? Pertanyaan ini membuat investor ragu dengan pemulihan sektor finansial.

Sementara itu, Warrent Buffet menginvestasikan US$ 5 miliar pada saham Goldman Sach. Kepercayaan Buffet dengan salah satu survivors dari krisis credit membuat indeks future dan saham Goldman Sach rebound pada perdagangan elektronik. Saham Golman Sach ditutup +6,8% Buffet membeli US$ 5 miliar preferred stock yang diikut sertai dengan warrant.

Regional Hari ini di buka rata-rata flat, Nikkei -1% STI -0,4%, KLSE -0,2%. Sementara komoditas follow-suit Tin $17.550/ton (+0,1%), Nikel Rp $17.067/ton (-1%) dan CPO RM2.275 (-2,7%).

Untuk Perdagangan pagi ini IHSG di perkirakan akan dibuka melemah. Bursa regional masih menjadi acuan untuk mengambil keputusan. Investor terlihat cenderung untuk profit taking untuk menghindari liburan panjang hari raya. Target Indek sekitar 1.790 dengan penutupan gap. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads