Pabrik Semen Gresik di Pati Produksi 2012

Pabrik Semen Gresik di Pati Produksi 2012

- detikFinance
Rabu, 24 Sep 2008 08:25 WIB
Pabrik Semen Gresik di Pati Produksi 2012
Tuban - PT Semen Gresik Tbk (SMGR) menargetkan bisa memulai produksi pabriknya di Pati tahun 2012 meskipun saat ini masih terjadi tarik ulur dengan warga setempat dan aktivis lingkungan.

Produksi tahun 2012 itu adalah perminatan pemerintah karena pada tahun itu diperkirakan produksi semen nasional tidak sebanding dengan kebutuhan semen nasional yang tiap tahun meningkat.

Pabrik Semen Gresik di Pati berlokasi di kawasan Gunung Kendeng, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Studi Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) direncanakan rampung pada akhir 2008. Studi tersebut saat ini dikerjakan tim Amdal dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semen Gresik bakal membebaskan lahan seluas 1.430 hektar. Dari jumlah itu seluas 550 hektar (40 persen) milik Perhutani, sisanya berstatus tanah Pemkab Pati dan milik warga.

Demikian ungkap Sekretaris Perusahaan dan Kepala Divisi (Kadiv) Komunikasi PT SG, Saefudin Zuhri, kepada Detiksurabaya.com di Tuban, Selasa (23/09/2008) malam.

Menurut Saefudin Zuhri, untuk kepentingan pendirian pabrik tersebut Semen Gresik Grup menginvestasikan dana sebesar US$ 340 juta. Pabrik ini diproyeksikan bakal memasang produksi terpasang sebanyak 2,5 juta per tahun.

"Konsentrasi produksi dari pabrik Pati untuk memenuhi kebutuhan semen nasional. Karena selama ini kita sudah memenuhi 45 persen kebutuhan semen nasional," kata Saefudin Zuhri .

Mengenai kualitas batuan kapur di Pati yang akan dibebaskan untuk tambang bahan baku, dia menyatakan, kawasan lahan yang dimohon Semen Gresik berstatus batuan kars Kelas 2 dan Kelas 3. Kawasan ini bisa dieksploitasi asal dilengkapi studi Amdal.

Sementara untuk studi batuan kars ini, tim dari Undip Semarang, mengambil lokasi di tiga wilayah kabupaten yakni di Grobogan, Purwodadi dan Pati. "Ini memang butuh waktu, sehingga studi Amdal yang dilakukan agak molor," katanya. (bdh/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads