Maybank membeli 56% saham BII dari konsorsium Sorak milik Fullerton dan Kookmin Bank senilai US$ 1,5 miliar. Maybank juga sebelumnya berencana melaksanakan penawaran tender atas sisa saham BII milik publik senilai US$ 1,2 miliar
Chief Executive Maybank, Abdul Wahid Omar dalam wawancara dengan koran mingguan Edge belum lama ini, seperti dilansir detikFinance Rabu (24/9/2008) dari Reuters mengatakan, Maybank akan kehilangan deposit sebesar 480 juta ringgit atau US$ 141,5 juta jika batal memenuhi batas waktu 26 September 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Izin itu diberikan lagi setelah Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Indonesia menginformasikan bahwa Maybank bisa melepas lagi 20% saham BII ke pasar dalam kurun waktu lebih dari 2 tahun.
Kini pelaku pasar tengah menunggu proses pembayaran akuisisi saham tersebut. Karena saham BII tercatat di Bursa Efek Indonesia, maka kemungkinan crossing saham akan dilakukan di BEI pada 26 September 2008.
Setelah proses akuisisi tuntas, pelaku pasar juga akan menanti pelaksanaan tender offer saham BII oleh Maybank. Saham BII pada perdagangan pukul 11.00 JATS, Rabu (24/9/2008) turun Rp 5 menjadi Rp 405. (ir/qom)











































