Pada perdagangan saham Rabu (24/9/2008) IHSG naik 10,451 poin(0,56%) menjadi 1.883,551. Indeks LQ-45 naik 2,277 poin (0,59%) menjadi 385,200 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,989 poin (0,34%) menjadi 294,093.
"Pelemahan mata uang rupiah ke 9.330 per dolar AS, cukup mempengaruhi dan membatasi laju IHSG untuk kembali ke level 2.000-an," ujar analis PT Valbury Asia Securities, Mastono Ali saat dihubungi detikFinance, Rabu (24/9/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelihatannya investor asing masih menunggu rupiah menguat untuk masuk besar-besaran ke pasar modal Indonesia, sehingga mereka bisa memperoleh gain dari saham dan selisih kurs," ujar Mastono.
Mastono menjelaskan, pasca kebangkrutan Lehman Brothers, pembelian Meryll Lynch oleh Bank of America dan suntikan dana The Fed ke AIG, memang sempat memberikan sentimen positif pada pasar modal dunia, termasuk Indonesia.
"Sentimen itu kemudian mendorong investor asing kembali masuk kesini, terutama ke saham-saham komoditas. Kita bisa lihat bahwa pendorong utama rebound adalah saham-saham komoditas. Ditambah kembali naiknya harga minyak mentah. Namun laju kenaikan IHSG sepertinya tertahan pelemahan rupiah. Mereka (investor asing) masih menunggu penguatan rupiah," papar Mastono.
Sementara bursa regional pada perdagangan hari ini kebanyakan menguat seperti Hang Seng naik 0,47%, Seoul naik 0,99%, KOSPI naik 0,84%, Nikkei naik 0,2%, Shanghai naik 0,7%, STI Singapura naik 0,08%.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 64.184 kali, dengan volume 3,910 miliar unit saham, senilai Rp 3,281 triliun. Sebanyak 110 saham naik, 65 saham turun dan 53 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 6.900, Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 40 menjadi Rp 450, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 menjadi Rp 10.600, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 50 menjadi Rp 5.600 dan Truba (TRUB) naik Rp 16 menjadi Rp 137.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 200 menjadi Rp 3.700, Indofood Sukses Makmur (INDF) turun Rp 100 menjadi Rp 2.000, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 75 menjadi Rp 3.350, Indika Energy (INDY) turun Rp 75 menjadi Rp 2.175.
Berikut review oleh eTrading Securities:
Indeks bergerak mixed hari ini, walaupun akhirnya ditutup menguat 10,45 poin ke level 1.883,55 (mining merupakan satu-satunya sektor yang melemah) dengan nilai transaksi mencapai Rp 3,2 triliun.
Foreign sendiri mencatat transaksi sebesar Rp1,7 trilliun (net sell). SMCB yang baru saja merilis laporan 1st halfnya +6,09% ke Rp870 (Growth Net Income 5827% yoy).
Dari sektor perbankan, saham BNII +9,75% ke Rp450 terkait rampungnya akuisisi Maybank terhadap BNII pada 26 September. Penjualan 2W Astra di bulan Agustus +6% MoM meberikan sentiment positif bagi ASII ( +1,73%).
Sementara TRUB mencatat kenaikan tertinggi +13,22% ke Rp137 sejak 20 Agustus dan merupakan top 4 value dengan kapitalisasi sebesar Rp 104 milliar.
Menguatnya IHSG bergerak inline dengan pergerakan bursa regional seperti Nikkei (+0,2%), Hang Seng (+0,47%), dan Strait Times (+0,04%). Sementara dari US, kucuran dana sebesar $700 milliar dari The Fed masih menunggu persetujuan dari kongres AS.
(ir/qom)











































