Pasar Saham Lokal Ikut Bimbang

Pasar Saham Lokal Ikut Bimbang

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 07:40 WIB
Pasar Saham Lokal Ikut Bimbang
Jakarta - Pasar saham dilanda kebimbangan tentang nasib penyelematan pasar finansial di AS senilai US$ 700 miliar yang belum disetujui kongres AS. Kondisi ini membuat investor ragu-ragu akan nasib pasar saham global yang imbasnya akan menjalar ke Bursa Efek Indonesia.

Alhasil, pada perdagangan saham Kamis (25/9/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih belum bergerak lincah karena investor banyak yang menahan diri.

Bursa saham Wall Street masih menjadi kiblat pasar saham sedunia. Jika kondisi Wall Street memburuk dikhawatirkan akan ikut menular ke bursa saham lainnya termasuk IHSG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Belum disetujuinya program pemerintah senilai US$ 700 miliar telah membuat investor di Wall Street gamang. Pada perdagangan Rabu (24/9/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 29 poin (0,27%) ke level 10.825,17. Nasdaq naik tipis 2,35 poin (0,11%) ke level 2.155,68 dan Standard & Poor's 500 turun 2,35 poin (0,20%) ke level 1.185,87.

Sementara dari dalam negeri, pelaku pasar akan mencermati gerak rupiah yang cenderung melemah dalam beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan saham Rabu kemarin (24/9/2008) IHSG naik 10,451 poin(0,56%) menjadi 1.883,551.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Indeks ditutup hanya menguat tipis 10 poin ke posisi 1.883 karena tertahan oleh sektor pertambangan yang melemah 1,4% akibat turunnya harga komoditas. Investor cenderung menahan diri masuk secara agresif ke saham bluechip walaupun harganya masih cukup murah karena belum melihat stabilnya bursa di luar dan agar terhindar dari risiko pasar. Indeks diperkirakan bergerak mixed dikisaran 1.850-1.890 dengan pilihan saham: SMCB, AALI, SGRO, ASII dan TLKM.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin berhasil bertahan di teritori positif, meski pada awal perdagangan sempat melorot signifikan akibat sentimen negatif dari penurunan bursa US dan koreksi yang terjadi pada bursa-bursa Asia. Indeks berhasil ditutup menguat 10,4 poin ke level 1883,5 terkait reboundnya sejumlah bursa Regional. Kemarin transaksi juga diramaikan dengan pergerakan saham TRUB yang bergerak cukup volatile dan akhirnya ditutup naik 13,2%.

Sementara bursa US pada perdagangan kemarin akhirnya ditutup melemah tipis, karena investor masih menunggu keputusan dari Kongres, apakah langkah 'bailout' sebesar US$ 700 miliar akan disetujui atau tidak. Akibat 'uncertainty' ini, investor mulai mengalihkan dananya ke instrumen Treasury Bills yang lebih aman untuk mengantisipasi dampak dari penolakan rencana bailout. Sementara harga minyak dunia kembali terkoreksi tipis dan ditutup di level US$ 105/barrel. Mayoritas bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka melemah seiring masih belum pastinya pergerakan sektor finansial di US.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan juga akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah, seiring tekanan aksi profit taking menjelang libur panjang. Investor cenderung untuk melakukan 'cashing out' untuk menghindari volatilitas yang terjadi saat libur panjang. Sektor mining dan finance masih akan menggerakkan indeks pada perdagangan hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1915 - 1840.
(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads