Antam Revisi Volume Produksi Nikel

Antam Revisi Volume Produksi Nikel

- detikFinance
Kamis, 25 Sep 2008 14:50 WIB
Antam Revisi Volume Produksi Nikel
Jakarta - Turunnya harga komoditas membuat salah satu Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor tambang, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merevisi target kenaikan produksinya tahun ini.
Β 
"Sebelumnya kan kami targetkan produksi nikel meningkat hingga 17.000 ton, sekarang targetnya 18.000 ton," ujar Direktur Utama Antam Alwinsyah Loebis di Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (25/9/2008).
Β 
Menurutnya, peningkatan target produksi tersebut untuk mengantisipasi menurunnya penjualan di saat harga komoditi sedang anjlok seperti sekarang ini. Tahun lalu, volume produksi nikel perseroan sebanyak 14.000 ton.
Β 
Ia menambahkan, harga nikel sudah mulai jatuh sejak kuartal kedua tahun ini. Hingga akhir semester pertama, harga nikel masih US$ 12 per pon. "Sekarang harganya sudah jatuh hingga hanya US$ 8 per pon," jelasnya.
Β 
Ia memprediksikan, hingga akhir tahun harga nikel maksimal hanya akan mencapai US$ 10 per pon. "Sepanjang tahun ini akan naik turun sekitar US$ 7 hingga US$ 8 per pon sebelum naik di akhir tahun," ujarnya.
Β 
Perseroan juga berencana untuk meningkatkan sumbangan produksi komoditasnya ke total penjualan. Hingga total penjualan tahun lalu, nikel masih menguasai kontribusi hingga 90 persen total penjualan.
Β 
Ia mengatakan, hingga semester pertama tahun ini kontribusi komoditi emas sudah meningkat dan memberikan kontribusi 21 persen. "Kontribusi nikel menurun hingga 21 persen," katanya.
Β 
Menurutnya, jika proyek alumina Tayan sudah berproduksi di tahun 2010 maka komposisi kontribusinya bisa sedikit berimbang. Diperkirakan nikel akan menyumbang 50 persen dari total penjualan, emas 20 persen sedangkan sisanya alumina 30 persen.
Β 
Buyback
Β 
Mengenai rencana pembelian saham kembali alias buyback, Alwinsyah mengatakan sudah mengundang beberapa perusahaan sekuritas seperti Mandiri, Bahana, Danareksa, BNI Sekuritas. "Kami akan lakukan lelang setelah lebaran, diharapkan November sudah keluar hasilnya," imbuhnya. (ang/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads