Persiapan Libur Lebaran, Pasar Saham Mulai Sepi

Persiapan Libur Lebaran, Pasar Saham Mulai Sepi

- detikFinance
Jumat, 26 Sep 2008 07:45 WIB
Persiapan Libur Lebaran, Pasar Saham Mulai Sepi
Jakarta - Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) cenderung sepi menjelang libur panjang Lebaran. Namun ada peluang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di jalur positif.

Hijaunya indeks saham di Wall Street karena munculnya optimisme pasar akan rencana penyelamatan melalui bailout senilai US$ 700 miliar yang hampir mendapatkan persetujuan dari kongres, memberikan sentimen segar.

Alhasil, pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (25/9/2008) indeks Dow Jones Industrial Average menguat 196,89 poin (1,82%0 ke level 11.022,06, setelah sebelumnya selama tiga hari berturut-turut tersungkur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nasdaq juga menguat 30,89 poin (1,43%) ke level 2.186,57 dan Standard & Poor's naik 23,31 poin (1,97%) ke levle 1.209,18.

Kondisi pasar global yang mulih pulih sejenak itu akan memberikan sedikit sentimen positif ke IHSG di perdagangan akhir pekan Jumat (26/9/2008).

Namun pelaku pasar mulai membatasi pembelian sahamnya dan lebih senang mengamankan dananya dalam bentuk kas menjelang libur panjang ini.

Pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (25/9/2008) IHSG melemah 13,490 poin (0,72%) menjadi 1.870,061.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas

Panin Sekuritas

IHSG kemarin ditutup melemah -0.72% pada 1.870,06. Dari pergerakan beberapa hari terakhir terlihat IHSG cenderung bergerak sideways. Situasi ini tidak lepas dari libur panjang pada pekan depan. Ditengah ketidakstabilan pasar global, investor akan cenderung 'mengamankan' dana mereka dalam bentuk cash, dengan tujuan membatasi resiko. Hari ini, kami perkirakan perdagangan akan relatif lebih sepi. IHSG masih akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Kisaran support-resistance 1.830-1.890.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin ditutup melemah tipis, 0.7% ke level 1.870, setelah investor mulai melakukan aksi profit taking di beberapa saham tambang dan CPO. Ketidakpastian mengenai rencana bail out sebesar US$700 miliar di US juga membawa dampak negatif ke bursa Indonesia dan regional. Faktor menjelang libur panjang juga menjadi alasan investor melakukan penjualan portfolionya.

Sementara bursa US pada perdagangan kemarin berhasil rebound terkait sentimen optimisme pada rencana bail out yang akan segera disetujui kongres. Indeks Dow naik sekitar 200 poin akibat sentimen ini. Namun beberapa saat setelah perdagangan berakhir, kekhawatiran mengenai tidak disetujuinya rencana tersebut kembali mencuat, yang membuat bursa Asia bergerak mixed to lower hari ini.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini kami perkirakan mulai akan sepi menjelang libur lebaran. Profit taking diperkirakan masih akan mendera bursa Indonesia seiring minimnya sentimen positif hari ini. Sektor tambang dan CPO diperkirakan kembali tertekan profit taking. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1850 - 1900. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads