Berikut review saham dari eTrading Securities, Jumat (26/9/2008):
Indeks ditutup (-1,28%) ke 1.846,091 dengan transaksi mencapai Rp 3,1 trilliun (71,7% pihak asing). Indeks lagi-lagi cenderung bergerak move to lower, namun sesaat sebelum penutupan IHSG meloncat pesat (tapi tak dapat menembus area negatif).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Bank Internasional Indonesia (BNII) sempat disuspensi pada sesi pertama perdagangan, namun pada sesi kedua saham ini kembali diperdagangkan. Penyebab turunnya nilai BNII disebabkan adanya kebijakan dari Bank Central Malaysia untuk memperpanjang masa penawaran Maybank terhadap BNII (dari rencana semula sampai hari ini).
Dari ANTM, rencananya untuk menaikkan jumlah produksi nikel dari 17.000 ton menjadi 18.000 ton tidak memberikan sentiment positif bagi perusahaan nikel ini, karena harga nikel yang dianggap sudah under value.
Melemahnya IHSG juga diikuti melemahnya beberapa indeks regional seperti Topix (-0,53%), Hang Seng (-1,33%), dan Singapore Strait Times (-1,34%). (ir/ddn)











































