Sebagian besar pelaku pasar menilai pembicaraan mengenai dana bailout itu bakal buntu. Sebaliknya para ahli hukum melihat adanya sinyal persetujuan di akhir pekan ini.
Optimisme akan adanya persetujuan tersebut membuat indeks Dow Jones pada perdagangan Jumat waktu AS (26/9/2008) bisa menguat 121,07 poin (1,1%) menjadi 11.143,13. Indeks Nasdaq pun hanya terkoreksi tipis 0,15% atau 3,23 poin menjadi 2.183,34 dan Standard & Poor's 500 index naik 3,83 poin (0,32%) menjadi 1.213,01.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasar saham masih belum jelas arahnya karena belum disetujuinya dana penyelamatan tersebut. Belum lagi dana itu diguyurkan sudah ada korban baru Washington Mutual yang ikut kolaps. WaMu yang merupakan bank simpam pinjam terbesar di AS itu akhirnya diambilalih oleh JPMorgan Chase dimenit-menit akhir sebelum bank itu dinyatakan bangkrut.
"Pasar tahu bahwa WaMu tidak memiliki kekuatan finansial, namun mereka sebelumnya berharap pemerintah akan melakukan penyelamatan dalam program dana penyelamatan itu," kata Nathan Topper dari Economy.com.
Sementara pasar saham di Eropa pada Jumat juga merosot setelah WaMu dinyatakan kolaps dan dibeli oleh JP Morgan Chase. Indeks London FTSE 100 turun 2,09%, CAC 40 di Paris turun 1,5% dan DAX di Frankfurt turun 1,77%.
Perusahaan keuangan global Fortis yang berbasis di Belgia juga sempat dikabarkan ikut mengalami kesulitan likuiditas yang membuat sahamnya ikut terjun. (ir/ir)











































