Bursa Saham Sunyi Ditinggal Libur

Bursa Saham Sunyi Ditinggal Libur

- detikFinance
Senin, 29 Sep 2008 08:34 WIB
Bursa Saham Sunyi Ditinggal Libur
Jakarta - Transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari terakhir perdagangn sebelum libur Lebaran diprediksi akan sepi. Investor sudah banyak yang keluar menyambut liburan.

Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada program penyelamatan krisis di AS senilai US$ 700 miliar. Faktor eksternal akan menjadi penggerak saham di tengah minimnya sentimen dari dalam negeri.

Sementara optimisme akan adanya persetejuan suntikan dana US$ 700 miliar membuat indeks Dow Jones pada perdagangan Jumat waktu AS (26/9/2008) menguat 121,07 poin (1,1%) menjadi 11.143,13. Indeks Nasdaq pun hanya terkoreksi tipis 0,15% atau 3,23 poin menjadi 2.183,34 dan Standard &
Poor's 500 index naik 3,83 poin (0,32%) menjadi 1.213,01.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor di BEI akan benar-benar melakukan pembelian selektif pada perdagangan Senin (29/9/2008). Saham perbankan seperti Bank Internasional Indonesia (BII) masih menjadi fokus investor yang tengah menanti penyelesaian akuisisi oleh Maybank.

Sementara pada perdagangan saham Jumat pekan lalu (26/9/2008) IHSG anjlok 23,970 poin (1,28%) menjadi 1.846,091.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Sepanjang pekan lalu, IHSG bergerak melemah -2.41% ditutup 1.846,09. Batalnya penutupan transaksi akusisi BNII oleh Maybank, turut menyeret saham perbankan yang lain. Selain itu, seperti yang telah diperkirakan, perdagangan pada hari Jumat relatif sepi.

Kami perkirakan kondisi ini masih akan berlanjut pada Senin ini, yang merupakan hari terakhir sebelum libur panjang lebaran. Investor akan cenderung mengamankan dana mereka dalam bentuk tunai di tengah gejolak pasar finansial global. Persetujuan rencana suntikan dana US$ 700 miliar oleh pemerintah AS, menjadi fokus investor global. Kisaran support-resistance 1.820-1.870.


eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan akhir pekan lalu ditutup kembali melemah akibat aksi profit taking yang dilakukan para investor. Investor terlihat lebih memilih untuk keluar sejenak dari pasar seiring libur panjang pekan ini. Indeks ditutup terkoreksi 1,28% ke level 1.846 dengan koreksi pada sektor Mining, Agri dan CPO.

Sementara bursa US pada penutupan kemarin berhasil menguat setelah kembali timbulnya optimisme di pasar finansial terkait peluang kuat disetujuinya rencana 'bail out' senilai Rp700 miliar.

Baik pihak Demokrat maupun Republik menyatakan persetujuan atas rencana tersebut dengan beberapa syarat. Dan terkait hal ini, Bursa Asia pada perdagangan hari ini dibuka menguat seiring positifnya sentimen persetujuan rencana tersebut. Dow +1,1%, Nikkei +1%, KOSPI +1% dan STI 1,4%.

Bursa Indonesia pada perdagangan hari ini berpeluang cukup kuat untuk rebound, seiring positifnya sentimen dari bursa US dan Asia. Aksi pembagian deviden interim beberapa emiten juga akan menjadi katalis pergerakan indeks hari ini.

Namun penguatan diperkirakan akan terbatas, seiring potensi profit taking yang cukup kuat akan terjadi pada bursa hari ini. Sektor mining dan banking diperkirakan akan kembali menggerakkan bursa hari ini. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1820 - 1880. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads