Pada perdagangan valas Senin (29/9/2008) rupiah dibuka pada level 9.380 per dolar AS. Posisi rupiah diprediksi masih akan bertahan di level 9.300-an per dolar AS karena minimnya sentimen positif dari dalam negeri.
Riset BNI Securities menyebutkan pasar masih menunggu langkah intervensi pemerintah AS dalam mengatasi krisis yang diperkirakan akan mengubah wajah industri keuangan di negara itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yen.
Awal dari keruntuhan stabilitas keuangan Amerika Serikat (AS) berlanjut dengan bertambahnya daftar perusahaan raksasa yang menyatakan pailit seperti Lehman Brothers. Pengumuman yang tak terduga itu langsung menahan sentimen penguatan dolar AS, dan secara perlahan rupiah kembali rebound yang secara rata-rata per 24 September nilainya masih in line dengan prediksi BNI Securities untuk bulan ini di Rp 9.352/US$.
Ketakutan akan masih belum selesainya kabar buruk dari Wall Street, membuat IHSG dan bursa-bursa global mengalami tekanan jual yang sangat mengkhawatirkan. Sehingga rupiah masih akan terpengaruh dengan fluktuasi sektor keuangan global dalam beberapa pekan mendatang.
(ir/ddn)











































