Pelaku pasar pada lebaran tahun lalu memanfaatkan kesempatan terakhir sebelum libur untuk berburu saham-saham blue chip terutama sektor pertambangan, namun kali ini minimnya sentimen serta harap-harap cemas perkembangan bailout di AS mengakibatkan pergerakan saham ke teritori negatif.
Indeks juga terseret oleh bursa regional yang cenderung turun karena menunggu keputusan akhir dari hasil voting Kongres AS soal bailout.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 turun 3,896 poin (1,04%) ke level 369,14 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,385 poin (1,51%) ke posisi 286,391.
Perdagangan di seluruh pasar mencatat transaksi sebanyak 31.944 kali, dengan volume 3,014 miliar unit saham, senilai Rp 2,284 triliun. Dari seluruh saham yang aktif ditransaksikan sebanyak 92 saham naik, 68 saham turun dan 61 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain, TLKM naik Rp 50 menjadi Rp 7.150, BMRI naik Rp 25 menjadi Rp 2.650, INDF naik Rp 60 menjadi Rp 1.960.
Sedangkan saham-saham di top looser antara lain BUMI turun Rp 200 menjadi Rp 3.200, PTBA turun Rp 600 menjadi Rp 9.350, PGAS turun Rp 100 menjadi Rp 2.175, ADRO turun Rp 40 menjadi Rp 1.400.
Bursa Hong Kong ditutup melemah 4,3 persen yang dipicu oleh peningkatan suku bunga mortgage oleh HSBC yang mengakibatkan saham-saham properti berjatuhan.
Sementara di Jepang, bursa turun 1,26 persen yang dipicu oleh terus bergugurannya bank-bank di Eropa. Hang Seng ditutup melemah 4,29 persen, Nikkei melemah 1,26 persen, STI melemah 2,35 persen, Seoul melemah 1,35 persen.
Berikut review oleh eTrading Securities:
Menjelang libur panjang, indeks ditutup melemah 0,73% ke 1.832,507 dengan nilai Rp 2,2 trilliun (71% foreign). Sepinya transaksi pada perdagangan hari ini karena para investor menarik dananya dari pasar modal terkait libur panjang selama seminggu ke depan.
Investor khawatir dengan apa yang akan terjadi selama bursa efek ditutup. Indeks bergerak mixed pada sesi pertama, namun pada sesi kedua indeks bergerak cenderung melemah. Properti merupakan sektor yang ditutup dengan penguatan terbesar (+2,26%) di samping agri(+1,55%), dan basic-ind (+0,09%).
BBNI, yang akuisisimya kemarin dibatalkan ditutup tetap di level Rp310 (terendah
sejak Februari 2008).
BUMI, sebagai salah satu saham yang paling likuid hari ini ditutup (-5,88%) ke
Rp3.200 karena selain menjelang lebaran, harga batubara di NZ (-8%) ke $121/ton.
Saham-saham batubara lainnya seperti ITMG, BYAN, ADRO, dan PTBA juga ditutup
melemah.
TRUB yang dalam 3 hari terakhir masuk dalam top5 transaction value hari ini ditutup
(+5%) ke Rp163 dengan nilai kapitalisasi mencapai Rp 22 milliar.
(ddn/ddn)











































