Maybank mengumumkan telah merampungkan akuisisi 55,6% saham BII senilai 4,26 miliar ringgit atau setara dengan US$ 1,24 miliar. Harga ini berarti lebih rendah dari kesepakatan semula antara Maybank dan konsorsium Temasek-Kookmin Bank senilai US$ 1,5 miliar.
Seperti dikutip dari Reuters, Selasa (30/9/2008), akuisisi itu berhasil dirampungkan pada hari ini, setelah anak usaha Temasek, Fullerton Financial Holdings dan Kookmin Bank sepakat untuk memberikan diskon hingga 758,9 juta ringgit atau sekitar US$ 220 juta (Rp 2,7 triliun) dari harga kesepakatan semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pekan lalu, saat transaksi mendekati batas akhir pada 26 September, Bank Negara Malaysia meminta Maybank untuk melakukan negosiasi harga lagi. BNM beralasan, krisis finansial yang sedang merebak di seluruh bagian dunia telah mengubah sejumlah asumsi yang digunakan dalam kesepakatan akuisisi sebelumnya.
Maybank sebelumnya sepakat untuk membayar 55% saham BII senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 510 per saham. Maybank akan melanjutkannya dengan tender offer untuk sisa saham BII yang dimiliki publik, senilai US$ 1,2 miliar. Sehingga total harga 100% saham BII dalam kesepakatan semula adalah US$ 2,7 miliar.
Harga tersebut dinilai terlalu mahal. Investor Maybank sejak awal memang tidak senang terhadap akusisi itu karena dinilai terlalu mahal yakni mencapai 4,7 kali nilai buku BII. Saham Maybank sebelumnya turun tajam akibat analis khawatir dengan kondisi keuangan Maybank setelah membayar BII terlalu mahal.
(qom/qom)











































