Pada perdagangan Rabu (1/2008), indeks Dow Jones ditutup turun tipis 19,59 poin (0,18%) ke level 10.831,07. Nasdaq turun 22,48 poin (1,07%) ke level 2.069,40 dan Standard & Poor's 500 turun 5,30 poin (0,45%) ke level 1.161,06.
Pergerakan saham demikian bergejolak setelah saham-saham sebelumnya mencatat kenaikan terbesar dalam 6 tahun terakhir. Investor masih gamang apakah rencana bailout US$ 700 miliar benar-benar bisa menyelamatkan AS dari jurang resesi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Orang sekarang terus berhati-hati dan kurang yakin apakah rencana bailout itu akan menjadi one-stop solution. Sepertinya bukan," ujar Andre Bakhos, Presiden Princeton Financial Group seperti dikutip dari Reuters, Kamis (2/10/2008).
Laporan tentang melemahnya sektor manufaktur dan pasar tenaga kerja menambah ketidakpastian di pasar. Investor semakin khawatir bahwa hal yang lebih pahit tidak dapat dihindarkan meski rencana penyelamatan disetujui.
"Untuk pertama kalinya, ini benar-benar mulai seperti resesi. Mungkin kita tidak akan mendapat angka itu pada kuartal keempat, namun sepertinya akan menjadi sulit pada titik ini untuk menghindari resesi," kata Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald & Co. (qom/qom)











































