Pada perdagangan Kamis (2/10/2008), indeks Dow Jones merosot hingga 348,22 poin (3,22%) ke level 10.482,85.
Nasdaq juga merosot hingga 92,68 poin (4,48%) ke level 1.976,72, yang merupakan level terendah dalam 3,5 tahun. Sementara Standard & Poor's 500 juga tumbang 46,78 poin (4,03%) ke level 1.114,28.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham di New York Stock Exchange kemarin tidak terlalu besr, dengan jumlah saham yang ditransaksikan sebesar 1,51 miliar lembar, atau di bawah perkiraan rata-rata harian tahun lalu sebesar 1,90 miliar. Demikian pula Nasdaq, transaksi hanya 2,22 miliar lembar saham, sedikit di atas rata-rata harian tahun lalu sebesar 2,17 miliar lembar.
Investor terpukul oleh data-data perekonomian yang sangat mengecewakan. Seperti dikutip dari AFP, jumlah pengangguran di AS mencapai 497.000, yang merupakan angka terbesar dalam 7 tahun terakhir. Data lainnya adalah, jumlah pesanan pabrik turun hingga 4% selama Agustus.
Kombinasi data-data itu semakin melengkapi semua permasalahan yang sedang menimpa AS. Data itu juga sekaligus menunjukkan luasnya dampak dari kredit macet.
"Ini hampir menyerupai sebuah badai yang sempurna dan mulai menerpa rumah," ujar Alan Lancz, Presiden dari Alan B. Lancz & Associates Inc seperti dikutip dari Reuters.
Data-data itu sekaligus menepis kabar baik dari Senat AS yang akhirnya menyetujui rencana paket bailout senilai US$ 700 miliar untuk menangani krisis finansial yang dikhawatirkan bisa menjungkalkan AS ke jurang resesi. Persetujuan diberikan setelah melalui voting 74-25.
Bola liar kini ada di tangan DPR AS, yang rencananya akan melakukan voting pada Jumat (3/10/2008) waktu setempat. DPR AS sebelumnya menolak rencana bailout tersebut, dan berdampak pada kejatuhan bursa-bursa global.
"Ada sebuah ketakutan besar bahwa RUU itu tidak akan disetujui, dan terus menakuti pasar. Pada saat yang bersamaan, kita melihat harga komoditas terus anjlok," kata Angel Mata, managing director Stifel Nicolaus Capital Markets di Baltimore.
Selain Wall Street, bursa-bursa utama dunia juga melorot. Indeks FTSE kemarin juga melorot 1,8% ke 4.870,34, CAC 40 di Paris merosot 2,25% ke level 3.963,28 dan DAX turun 2,51% ke level 5.660,63. Di Brasil, indeks sahamnya juga melorot hingga 7,34%.
Sementara bursa-bursa regional pada Jumat ini ikut melemah. Indeks saham Taiwan dibuka turun 1,73%, Singapura turun 1,38%, Australia turun 2,2% dan Jepang turun 0,92%. (qom/qom)











































