Bush Teken UU Bailout, Wall Street Malah Merosot

Bush Teken UU Bailout, Wall Street Malah Merosot

- detikFinance
Sabtu, 04 Okt 2008 08:40 WIB
Bush Teken UU Bailout, Wall Street Malah Merosot
New-York - Saham-saham di Wall Street justru merosot tajam, setelah Presiden George Walker Bush menandatangani RUU penyelamatan ekonomi melalui bailout senilai US$ 700 miliar.

Pada perdagangan Jumat (3/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level 1.099,43.

Padahal beberapa saat setelah dibuka, saham-saham di Wall Street sempat menguat, setelah Wells Fargo mengumumkan rencana membeli Wachovia senilai US$ 15,1 miliar. Sementara AIG mengumumkan rencana menjual aset demi membayar utang dana talangan dari The Fed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diawal perdagangan indeks Dow Jones sempat menguat 108,32 poin (1,03%) ke level 10.591,17. Nasdaq juga menguat 33,21 poin (1,68%) ke level 2.009,93 dan S&P 500 naik 18,64 poin (1,67%) ke level 1.132,92.

Saham-saham terus bergerak naik setelah Kongres menyetujui RUU tersebut melalui voting 263-171. Namun begitu UU itu diteken presiden Bush, saham-saham justru berbalik arah. Investor kini justru fokus pada kondisi perekonomian AS setelah bailout US$ 700 miliar yang penuh kontroversi itu dilaksanakan.

"Ekonomi akan terpanggang tanpa paket itu. Bamun ekonomi kemungkinan masih akan tetap menderita dan memasuki resesi. UU ini tidak akan cukup dan mungkin sudah terlambat," ujar John Ogg, analis dari website finansial '24/7 Wall Street' seperti dikutip dari AFP, Sabtu (4/10/2008).

Saham-saham bergerak penuh gejolak sepanjang pekan lalu. Pada Senin (29/9/2008), indeks Dow Jones mencatat kemerosotan terbesar dalam sejarah setelah DPR AS menolak rencana bailout.

Data perekonomian AS yang keluar akhir pekan ini semakin memperkuat anggapan bahwa perekonomian AS sedang sangat menderita. Angka PHK pada September tercatat 159.000 akibat kolapsnya sektor perumahan dan kredit macet yang menghantam sejumlah industri.

Dolar Tak Bergerak

Dolar AS pun ikut tak tergerak oleh persetujuan atas UU Penyelamatan ekonomi. Para pialang kini justru menantikan dampak dari rencana bailout besar-besaran AS itu.

Euro yang sempat merosot hingga titik terendah dalam 12 bulan di 1,3703 dolar, selanjutnya rebound ke 1,3781 dolar dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di 1,3818 dolar.

Dolar AS juga nyaris tak bergerak atas yen di posisi 105,27 yen ke posis 105,28 yen.
(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads