Pada perdagangan Senin (6/10/2008), pukul 10.10 waktu JATS, IHSG terpangkas hingga 70,745 poin (3,86%) ke level 1.761,762.
Bursa-bursa regional lain pun ikut berguguran. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo pada penutupan sesi I merosot hingga 393,81 poin (3,60%) ke level 10.544,33. Ini adalah level terburuk sejak Mei 2004.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Persetujuan atas UU Bailout sebesar US$ 700 miliar tak lantas membuat investor tenang. Mereka tetap merasa khawatir akan nasib perekonomian setelah rencana bailout disetujui. Kegamangan itu juga yang membuat Wall Street di akhir pekan lalu tetap melemah, meski Presiden Bush telah menandatangani UU Penyelamatan Ekonomi Darurat tersebut.
Pada perdagangan Jumat (3/10/2008) pekan lalu, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 156,51 poin (1,49%) ke level 10.326,34. Nasdaq juga melemah 29,33 poin (1,48%) ke level 1.947,39 dan S&P 500 turun 14,85 poin (1,33%) ke level 1.099,43.
"Saham-saham yang sebelumnya sudah dibeli, dan sektor yang terkena langsung dampak situasi finansial terkini, sekarang kembali terkena aksi jual," ujar Toshihiko Matsuni, Deputi equity general manager SMBC Friend Securities seperti dikutip dari AFP.
"Tidak ada hal yang positif di luar saja. Gambaran-gambaran sungguh buruk di AS, Eropa, Jepang dan China kemungkinan ikut melemah," kata David Spry, manager riset FW Holst seperti dikutip dari Reuters.
(qom/ir)











































