"Kami akan minta mereka (BUMN besar) taruh uang dolar AS di dalam negeri dari pada di luar negeri karena kita butuh devisa," kata Menteri Negara (Meneg) BUMN Sofyan Djalil, di Gedung Garuda, Jakarta, Senin (6/10/2008).
Menurutnya, mata uang dolar AS milik BUMN besar tersebut diharapkan bisa dipindahkan kepada sistem perbankan domestik. Kecuali untuk hal-hal tertentu yang memang diperlukan disimpan diluar negeri untuk kepentingan BUMN tersebut.
Beberapa BUMN yang banyak menyimpan dolar AS di luar negeri diantaranya PT PLN, Pertamina, PT Aneka Tambang Tbk, PT Timah Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Tbk, PT Telkom Tbk dan lain sebagainya.
Ia juga mengatakan, Kementrian Negara BUMN akan melakukan beberapa tindakan khusus bagi BUMN yang memiliki over exposure yang mismatch.
"Bagi BUMN yang over exposure, mereka perlu ditinjau dan lebih diperhatikan lagi. Kecuali untuk proyek-proyek yang sudah jelas pembiayaannya," jelasnya. (ang/ir)











































