Powertel Ajukan Ulang Prospektus IPO

Powertel Ajukan Ulang Prospektus IPO

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 12:41 WIB
Powertel Ajukan Ulang Prospektus IPO
Jakarta - PT Power Telecom (Powertel) segera mengajukan ulang prospektus penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) ke Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) lantaran kehabisan masa berlaku laporan keuangan auditan yang diajukan sebelumnya.

"Kami segera mengajukan ulang prospektus IPO. Batas waktu laporan keuangan auditan yang diajukan sebelumnya sudah habis, jadi kami akan ajukan lagi," ungkap Vice President PT BNI Securities, Jimmy Mya selaku penjamin emisi IPO Powertel saat dihubungi detikFinance, Senin (6/10/2008).

Rencananya, Powertel akan melepas 34,78% saham atau sebanyak 2 miliar lembar sahamnya ke publik. Kisaran harga saham IPO yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar Rp 250-350 per saham. Bertindak selaku penjamin emisi PT BNI Securities.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Powertel mengajukan prospektus IPO dengan menggunakan laporan keuangan auditan per Maret 2008. Masa berlaku pengajuan tersebut hingga 30 September 2008. Tadinya, perseroan menjadwalkan pernyataan efektif diperoleh pada 5 September 2008 dan pencatatan (listing) pada 18 September 2008.

"Waktu itu ada beberapa kelengkapan dokumen yang harus dilengkapi. Powertel baru dapat menyerahkan dokumen yang dimaksud pada seminggu sebelum lebaran. Rupanya waktunya tidak cukup. Jadi kami akan ajukan ulang," jelas Jimmy.

Jimmy mengatakan saat ini Powertel sedang dalam proses audit laporan keuangan baru untuk diajukan ke Bapepam.

"Kami harapkan proses audit rampung pertengahan Oktober ini. Target kami listing tetap tahun ini. Mungkin sekitar November," ujar Jimmy.

Jumlah saham yang akan dilepas tidak akan berubah. Begitu juga dengan kisaran harga saham IPO yang telah ditetapkan sebelumnya. Meski Jimmy belum bisa memastikan dana yang akan diperoleh perseroan, namun berdasarkan kisaran tersebut dana IPO yang akan diperoleh Powertel berkisar antara Rp 500-700
miliar.

Dana yang didapat dari hasil IPO akan digunakan sekitar 59% untuk investasi infrastruktur jaringan telekomunikasi berbasis serat optik dan fasilitas penunjang. Sekitar 32% untuk tambahan modal kerja dan kebutuhan umum lainnya dan 9% untuk pembelian kembali obligasi konversi yang diterbitkan perseroan.

Setelah IPO, komposisi pemegang saham Power Telecom adalah PT Powercom Indonesia 43,04%, PT Power Network 22,18% dan publik 34,78%. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads