Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan tender offer saham BII oleh Maybank nilainya sekitar Rp 9 triliun.
"Jadi pasar modal kita akan terguyur uang sekitar Rp 9 triliunan dalam sebulan ke depan," katanya di gedung depkeu, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (6/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling tidak ada uang dari Maybank yang akan mengguyur, itu kan lumayan dalam waktu dekat. Dalam minggu ini paling nggak ada beberapa hedge fund yang menerima pembayaran dari Maybank dan mereka minta rupiah," ujarnya.
Permintaan pembayaran tender offer dalam rupiah itu menurut Fuad, bisa berarti investor bersangkutan masih akan menanamkan investasinya di Indonesia.
"Kalau minta rupiah berarti mereka akan pakai di sini uangnya. Itu akan menambah likuiditas di pasar kan, lumayan dari situ ada tambahan uang. Dugaan kita kalau mereka minta rupiah kan mereka akan belanjakan di sini," jelas Fuad.
Maybank akhirnya menuntaskan transaksi pembelian saham BII dengan konsorsium Sorak yang beranggotakan Fullerton Financial Holdings Pte Ltd dan Kookmin Bank pada Selasa (30/9/2008).
Maybank sepakat untuk membayar 55,6% saham BII senilai 4,26 miliar ringgit atau setara dengan US$ 1,24 miliar, atau pada harga Rp 433 per lembar. Maybank akan melanjutkannya dengan tender offer sisa saham yang tidak dimiliki oleh konsorsium Sorak, pada harga Rp 510. (ang/ir)











































