Kenaikan inflasi bulan September 2008 menjadi 0,97 persen dibanding Agustus 2008 yang sebesar 0,51 persen ikut menekan rupiah.
Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (6/10/2008) rupiah melemah 300 poin atau 3,23% ke posisi 9.585 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengamat valas Farial Anwar menilai, unsur spekulasi lebih dominan pada pelemahan rupiah kali ini karena penurunannya yang sangat tajam.
"Ini sudah level yang mengkhawatirkan, pasar panik dengan krisis di AS dan imbasnya menjalar kesini," ujar Farial ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/10/2008).
Farial menilai pelemahan rupiah di awal pekan ini adalah info yang paling menyedihkan. Krisis di AS telah membuat pelaku pasar panik dan berburu dolar AS karena khawatir dolar bisa tembus ke level 10.000 per dolar AS.
Investor asing diduga mencairkan investasinya di Indonesia karena krisis di AS telah membuat investor tersebut kesulitan likuidtas.
"Orang butuh dolar AS, salah satu cara mereka menjual aset terutama finnasial seperti SBI, SUN, saham untuk mendapatkan likuiditas," katanya.
Gejolak yang sangat tajam di pasar valas dan pasar modal, menurut Farial adalah bukti tidak adanya ketahanan pasar finansial. "Pasar kita lebih banyak didikte asing," cetusnya.
Sementara itu nilai tukar euro melemah terhadap dolar AS di posisi 1,3564 dolar AS, dan terhadap yen Jepang, dolar AS melemah ke level 103,31 yen. (ir/qom)











































