Rupiah Tergolek Lemah di 9.585/US$

Rupiah Tergolek Lemah di 9.585/US$

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 17:14 WIB
Rupiah Tergolek Lemah di 9.585/US$
Jakarta - Rupiah tak berdaya terkena aksi panik investor yang cemas terhadap imbas krisis ekonomi di Amerika. Rupiah yang sempat tenang karena libur lebaran langsung terjun ke level 9.500-an per dolar AS.

Kenaikan inflasi bulan September 2008 menjadi 0,97 persen dibanding Agustus 2008 yang sebesar 0,51 persen ikut menekan rupiah.

Pada penutupan perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Senin (6/10/2008) rupiah melemah 300 poin atau 3,23% ke posisi 9.585 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rupiah mengikuti pelemahan mata uang kawasan seperti dolar Hong Kong melemah 0,01%, rupee India melemah 4,93%, won Korea melemah 12,43%, peso Filipina melemah 2,73%, dolar Singapura melemah 3,91%, bath Thailand melemah 1,51%, dolar Taiwan melemah 1,03%.

Pengamat valas Farial Anwar menilai, unsur spekulasi lebih dominan pada pelemahan rupiah kali ini karena penurunannya yang sangat tajam.

"Ini sudah level yang mengkhawatirkan, pasar panik dengan krisis di AS dan imbasnya menjalar kesini," ujar Farial ketika dihubungi detikFinance, Senin (6/10/2008).

Farial menilai pelemahan rupiah di awal pekan ini adalah info yang paling menyedihkan. Krisis di AS telah membuat pelaku pasar panik dan berburu dolar AS karena khawatir dolar bisa tembus ke level 10.000 per dolar AS.

Investor asing diduga mencairkan investasinya di Indonesia karena krisis di AS telah membuat investor tersebut kesulitan likuidtas.

"Orang butuh dolar AS, salah satu cara mereka menjual aset terutama finnasial seperti SBI, SUN, saham untuk mendapatkan likuiditas," katanya.

Gejolak yang sangat tajam di pasar valas dan pasar modal, menurut Farial adalah bukti tidak adanya ketahanan pasar finansial. "Pasar kita lebih banyak didikte asing," cetusnya.

Sementara itu nilai tukar euro melemah terhadap dolar AS di posisi 1,3564 dolar AS, dan terhadap yen Jepang, dolar AS melemah ke level 103,31 yen. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads