Keenam saham grup Bakrie yang disuspensi itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
BEI menghentikan perdagangan 6 saham itu di seluruh pasar, sejak sessi I perdagangan 7 Oktober 2008 hingga pengumuman lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa pada saat ini sedang meminta penjelasan lebih lanjut kepada kelompok usaha Bakrie. Bursa meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh kelompok usaha Bakrie.
Analis memperkirakan rontoknya harga-harga saham seluruh grup Bakrie disebabkan penggadaian saham anak-anak usaha yang dilakukan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) selaku induk usaha.
Para pemberi pinjaman melepas aset-aset saham grup Bakrie di harga murah secara besar-besaran, sehingga menyebabkan harga saham seluruh grup Bakrie berguguran.
"Kami memang tidak memiliki faktanya, namun kabar yang beredar di bursa mengatakan bahwa anjloknya saham-saham grup Bakrie disebabkan para pemberi pinjaman yang memegang aset gadai memutuskan melepas di harga murah secara besar-besaran," ujar analis PT BNI securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Selasa (7/10/2008).
Dalam laporan keuangan semester I-2008 yang dipublikasikan, BNBR menyatakan telah melakukan penggadaian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 3.739.040.000 saham, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 4.460.330.000 saham dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebanyak 3.796.540.000 saham.
Sementara itu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana melakukan pembelian kembali saham (buy back) tambahan sebanyak 10% dari jumlah saham dalam modal ditempatkan dan disetor penuh lantaran harga sahamnya anjlok 74,56% selama 4 bulan terakhir.
"Kami berencana mengadakan RUPSLB untuk meminta persetujuan pemegang saham mengenai rencana buyback tambahan sebanyak 10% atau sekitar 1,94 miliar saham," ujar Presiden Direktur BUMI, Ari Saptari Hudaya. (ir/ddn)











































