IHSG Terus Terpuruk di Zona Merah

IHSG Terus Terpuruk di Zona Merah

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2008 16:17 WIB
IHSG Terus Terpuruk di Zona Merah
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan makin kebanting jauh di zona merah di saat sebagian bursa Asia sudah rebound. Saham-saham tambang makin tak terpuruk ke level terendahnya terimbas rendahnya harga minyak.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (7/10/2008) IHSG anjlok 29,018 poin (1,76%) menjadi 1.619,721.

Indeks LQ-45 turun 4,473 poin (1,37%) menjadi 322,497 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 0,749 poin (0,3%) menjadi 248,584.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG masih terpuruk karena investor terus mencairkan likuiditas terkait krisis di AS. Penurunan suku bunga Australia yang menolong sebagian bursa Asia sama sekali tak berpengaruh ke IHSG.

Penurunan IHSG sempat tertahan hingga 19 poin namun akhirnya kembali tenggelam karena rumor adanya perusahaan sekuritas yang gagal bayar.   

Sementara bursa saham Asia sebagian mulai rebound. Bursa Asia yang sudah rebound adalah Seoul naik 0,54%, KOSPI naik 0,82%, STI Singapura naik 0,65% dan Taiwan naik 0,34%. Sedangkan bursa saham Nikkei masih melemah 3,03% dan Shanghai turun 0,73%.

Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 65.727 kali, dengan volume 3,309 miliar saham, senilai Rp 3,231 triliun. Sebanyak 52 saham naik, 122 saham turun dan 36 saham stagnan.

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 10 menjadi Rp 425, Tambang Batubara Bukit sam (PTBA) turun Rp 200 menjadi Rp 7.000, International Nickel Indonesia (INCO) turun Rp 50 menjadi Rp 2.575, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 25 menjadi Rp 1.975, Astra Internasional (ASII) turun Rp 500 menjadi Rp 16.000, United Tractors (UNTR) turun Rp 100 menjadi Rp 7.300, Medco Energi Internasional (MEDC) turun Rp 275 menjadi Rp 2.725, dan Indosat (ISAT) turun Rp 350 menjadi Rp 5.150.

Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.150, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 100 menjadi Rp 1.160 dan Timah (TINS) naik Rp 140 menjadi Rp 1.280.

Pasar masih cemas terhadap kelanjutan krisis di AS yang bisa ikut menyedot likuiditas di Indonesia dan membuat kering pasar modal.

(ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads