"Suspensi itu merupakan tindakan yang paling baik, karena bursa saham kita telah dijadikan ajang for sell besar-besaran oleh asing, yang buat mereka tidak apa-apa tapi buat kita bisa sangat merusak," kata pengamat saham Edwin Sinaga ketika dihubungi detikFinance, Rabu (8/10/2008).
Dampak penjualan oleh investor asing itu menurut Edwin sudah sangat merontokkan pasar modal Indonesia. Investor asing terus melakukan penjualan investasinya di saham, surat utang, asuransi dan reksa dana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edwin menilai lebih baik pasar saham ditutup hingga ada komitmen dari pelaku pasar untuk tidak bertindak irasional.
Penutupan pasar saham akibat penurunan yang dalam ini menurut Edwin baru pertama kali dilakukan karena kondisi yang darurat. Sebelumnya pasar saham pernah turup karena force majeur akibat peledakan bom.
Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.
Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.
(ir/ddn)











































