Rupiah Seharusnya Dibiarkan Melemah

Rupiah Seharusnya Dibiarkan Melemah

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 12:41 WIB
Rupiah Seharusnya Dibiarkan Melemah
Jakarta - Pemerintah seharusnya tidak perlu panik menghadapi pelemahan rupiah. Malahan, rupiah seharusnya dibiarkan melemah secara gradual dan terkendali.

Menurut ekonom Dradjad Wibowo, pelemahan rupiah ke level Rp 10.000/US$ dalam sebulan justru bisa mendorong aktivitas ekspor yang diprediksi akan menurun.
Β 
"Kalau langsung jadi Rp 10.000 dalam sehari tentu nggak bagus. Tapi kalau bisa 25-50 per harinya dalam satu bulan dengan sinyal-sinyal tertentu, pelaku usaha bisa melakukan adjusment," katanya dalam diskusi Indef di Senayan, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Β 
Dradjad menambahkan, dengan pelemahan nilai rupiah, maka bisa memberikan nilai tambah bagi pengusaha-pengusaha yang akan mengalihkan pasar ekspornya dalam persaingan global.

"Dengan nilai rupiah yang tidak terlalu kuat, maka daya saing usaha kita bisa head to head dengan persaingan global. Kita bisa tembus pasar Eropa atau pasar lainnya," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal serupa dilakukan Australia yang menurut Dradjad sengaja menurunkan suku bunganya agar nilai mata uangnya tidak terlalu kuat.

Dengan nilai mata uang yang terlalu tinggi, maka kinerja ekspornya yang didorong barang-barang primer bisa melemah karena tidak laku.

Meski demikian, ia tidak menampik bahwa akan ada dampak imported inflation. Namun ini bisa dikendalikan dengan memperketat impor barang-barang konsumsi.

"Jadi, biarkan rupiah terdepresiasi secara gradual dan terukur. Jangan karena kepanikan. BI dan BUMN harus transaparan mengerani kebutuhan devisa mereka," katanya. (lih/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads