Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.
Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
David menilai kemungkinan ada alasan khusus dari otoritas bursa untuk menghentikan perdagangan karena kepanikan yang berlebihan di pasar.
Namun David malah khawatir penutupan bursa secara mendadak ini akan makin membuat investor panik karena tidak ada jaminan setelah disuspensi indeks tidak akan turun tajam lagi.
David mengakui pemerintah memang sudah berbuat banyak dengan melakukan antisipasi krisis. "Tapi kita ingin melihat aksi nyata yang menenangkan pasar seperti di AS dengan bailout-nya," kata David.
David juga mengaku kaget dengan tindakan BEI yang melakukan penutupan pasar secara mendadak karena ini di luar kebiasaan.
"Memang penutupan pasar saham seperti di Rusia itu biasa, tapi kan Rusia bukan kiblat kita. Wall Street saja tidak pernah disuspensi kecuali ada force majeur," katanya.
Krisis AS bermula dari macetnya kredit perumahan bergaransi rendah atau subprime motgage yang telah memakan korban perusahaan-perusahaan besar di AS. Pemerintah harus menasionalisasi Freddie Mac dan Fannie Mae yang merupakan bank penyalur kredit perumahan.
Pemerintah AS juga menyelamatkan Merrill Lynch melalui pembelian oleh Bank of Amerika. Sedangkan AIG diselematkan oleh pemerintah dengan mendapat kucuran dana dari the Fed.
Sedangkan Morgan Stanley dan Goldman Sachs berubah bisnisnya dari bank investasi menjadi bank komersial. Sedangkan Lehman Brothers membangkrutkan diri karena tidak ada pertolongan. (ir/ddn)











































