Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PTBA Sukrisno di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
"Di proyek ini PTBA tidak akan punya saham, kita hanya kontrak untuk pengangkutan komoditi saja dengan mereka," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi kalau finansial closing-nya bisa dipercepat maka bisa lebih cepat dibangun, Jumat ini kami akan bertemu lagi," ujarnya.
Namun Sukrisno mengelak menyebutkan nilai kontrak kerjasama tersebut karena financial closing belum dilakukan.
Sementara terkait proyek bersama PT Transpacific Railway, ia mengatakan saat ini sudah dalam tahap pemasangan rel.
"Ukurannya lebih besar dari yang sebelumnya, dulu kan ukurannya 1.064 meter, kalau yg baru 1.434 m sehingga ukuran gerbongnya lebih besar. Saat ini kapasitas gerbong 50 ton, yang baru nanti 80 ton," jelasnya.
Rangkaian gerbong yang disiapkan untuk rel baru tersebut sebanyak 60 gerbong. Meski hanya menggunakan satu lokomotif, namun kapasitasnya cukup besar yaitu 6.000 hp sehingga bisa digunakan untuk menjalankan 24 rangkaian.
Pembangunan rel bersama Transpacific tersebut menjadi jalan pintas dari rel yang biasanya. Ia mengatakan, dengan jalan pintas tersebut itu waktu tempuh akan lebih singkat yang biasanya. "Dari satu hari setengah jadi bisa kurang dari sehari," ungkapnya.
Sehingga pengiriman dari Tanjung Enim ke Baturaja bisa menghemat 100 km karena tidak perlu melewati Prabumulih. "Sehingga nanti dari tanjung Enim ke Tarahan jaraknya hanya 307 km. Kalau saat ini kan jaraknya 416 km," pungkasnya. (ang/lih)











































