Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)
Erwin Aksa dalam acara temu wartawan di Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Menurut Erwin, penutupan transaksi di BEI secara mendadak hari ini justru terlihat kontraproduktif dengan upaya pemerintah untuk menenangkan pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia mengakui bahwa langkah BEI ini bertujuan untuk mencegah terjadinya rush penjualan di pasar modal. Ia juga memahami niat pemerintah untuk menahan penurunan nilai rupiah lebih jauh lagi.
Tetapi ia juga menegaskan, pemerintah seharusnya memperhatikan beban yang dipikul sektor riil. Apalagi setelah keputusan Bank Indonesia menaikkan BI rate menjadi 9,5% kemarin, pukulan bagi sektor riil pun semakin bertubi-tubi.
(hen/lih)











































