Bursa Masih Klarifikasi Gagal Bayar Grup Bakrie

Bursa Masih Klarifikasi Gagal Bayar Grup Bakrie

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 17:04 WIB
Bursa Masih Klarifikasi Gagal Bayar Grup Bakrie
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan melakukan klarifikasi lebih lanjut terhadap rumor gagal bayar atas gadai saham (default repo) grup Bakrie.

"Kami masih akan melakukan klarifikasi terhadap beberapa poin-poin soal rumor default repo Grup Bakrie," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah dikantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

Oleh karena itu, BEI belum dapat memastikan kapan suspensi 6 emiten grup Bakrie tersebut dapat dibuka. Meski demikian, Erry mengatakan bahwa berdasarkan hasil pertemuan siang tadi, grup Bakrie membantah rumor default repo tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berdasarkan hasil pertemuan kami dengan Bakrie Grup, mereka menyatakan bahwa rumor default repo merupakan informasi yang misleading," ujar Erry.

Tidak ada satu pun manajemen grup Bakrie yang mau berkomentar mengenai hasil pertemuan dengan BEI Rabu siang tadi. Juru bicara PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Dileep Srivastava hanya mengatakan bahwa perseroan akan mengumumkannya dalam waktu dekat.

"Akan kami umumkan dalam waktu dekat. BEI menyarankan kami melakukan public expose," ujar Dileep.

Mengenai dampak rumor tersebut terhadap kejatuhan IHSG selama 3 hari terakhir, Erry mengatakan memang kemungkinan itu ada pengaruhnya terhadap penurunan IHSG, meski bukan faktor utama.

"Isu default repo Bakrie memang mungkin saja memberikan kontribusi terhadap kejatuhan IHSG. Namun faktor utamanya tetap global. Kalau kita lihat indeks di berbagai negara hari ini, kebanyakan turun dan bergerak tidak rasional," jelas Erry.

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan enam saham kelompok Bakrie karena banyaknya kesimpangsiuran soal aksi korporasi dan sentimen negatif yang muncul.

Keenam saham grup Bakrie yang disuspensi itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

BEI menghentikan perdagangan 6 saham itu di seluruh pasar, sejak sessi I perdagangan 7 Oktober 2008 hingga pengumuman lebih lanjut.

Dalam laporan keuangan semester I-2008 yang dipublikasikan, BNBR menyatakan telah melakukan penggadaian saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 3.739.040.000 saham, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sebanyak 4.460.330.000 saham dan PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sebanyak 3.796.540.000 saham.

Aksi penggadaian 19,27% saham BUMI, 30,97% saham ENRG dan 19,06% saham ENRG tersebut dilakukan untuk memperoleh pinjaman jangka pendek dari Odickson Finance sebesar US$ 1,09 miliar pada 21 April 2008. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads