BUMN Dilarang Main Valas

BUMN Dilarang Main Valas

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2008 07:27 WIB
BUMN Dilarang Main Valas
Jakarta - Perusahaan BUMN yang membutuhkan dolar AS diminta langsung berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Pemerintah melarang BUMN melakukan spekulasi valas.

"Supaya BUMN gak spekulasi di valas. BUMN yang butuh dolar agar koordinasi dengan BI. Ajukan kebutuhan valas ke BI lalu sampaikan ke Menneg BUMN," kata Menneg BUMN Sofjan Djalil usai ratas di Istana Presiden, Jakartam, Rabu malam (8/9/2008).

Pengaturan valas perusahaan BUMN menurut Sofyan tujuannya agar dalam situasi krisis global ini BUMN tidak memperparah situasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini, BUMN yang paling banyak membutuhkan valas adalah Pertamina untuk keperluan transaksi migasnya.

"BUMN yg punya banyak dolar di luar negeri kita minta simpan dananya di bank dalam negeri agar tidak dipakai untuk spekulasi," katanya.

Sementara mata uang rupiah pada perdagangan valas Rabu kemarin (8/10/2008) relatif terjaga pelemahannya di saat pasar sedang karena bursa saham ditutup.

Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Rabu (8/10/2008) rupiah turun 35 poin ke posisi 9.595 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 9.690 per dolar AS, namun karena bank sentral selalu siaga di pasar pelemahan rupiah yang lebih dalam bisa tertahan.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads