"Supaya BUMN gak spekulasi di valas. BUMN yang butuh dolar agar koordinasi dengan BI. Ajukan kebutuhan valas ke BI lalu sampaikan ke Menneg BUMN," kata Menneg BUMN Sofjan Djalil usai ratas di Istana Presiden, Jakartam, Rabu malam (8/9/2008).
Pengaturan valas perusahaan BUMN menurut Sofyan tujuannya agar dalam situasi krisis global ini BUMN tidak memperparah situasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BUMN yg punya banyak dolar di luar negeri kita minta simpan dananya di bank dalam negeri agar tidak dipakai untuk spekulasi," katanya.
Sementara mata uang rupiah pada perdagangan valas Rabu kemarin (8/10/2008) relatif terjaga pelemahannya di saat pasar sedang karena bursa saham ditutup.
Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Rabu (8/10/2008) rupiah turun 35 poin ke posisi 9.595 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat melemah ke 9.690 per dolar AS, namun karena bank sentral selalu siaga di pasar pelemahan rupiah yang lebih dalam bisa tertahan.
(ir/ir)











































