Pada perdagangan valas pukul 08.20 WIB, Kamis (9/10/2008) rupiah melemah hingga ke posisi 9.875 per dolar AS dan ditransakikan di kisaran 9.850-9.900 per dolar AS.
Posisi rupiah pagi ini melemah tajam dibanding penutupan Rabu kemarin yang ada di level 9.595 per dolar AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom mengatakan nilai tukar rupiah merupakan hal yang penting untuk dipantau dan diwaspadai, karena ini juga akan berpengaruh terhadap inflasi.
"Oleh sebab itu BI secara terukur tetap berada di pasar apabila dibutuhkan dan akan kami sesuaikan dengan pergerakan-pergerakan di dunia," kata Miranda dalam jumpa pers di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Miranda menjelaskan, nilai tukar rupiah secara year to date dan rata-rata baru terdepresiasi 2%, sementara mata uang lain rata-rata terdepresiasi hingga 4%.
"Jadi kalau ada pelemahan rupiah di tengah global uncertainty seperti saat ini adalah lumrah selama dia teratur dan tidak menimbulkan ketidakpastian baru. Jadi kita hindari volatilitas dan gejolak yang berlebihan sehingga tidak menimbulkan ketidakpastian baru," jelas Miranda. (ir/ir)











































