Menurut pengamat valas Farial Anwar, meski sempat melemah ke level Rp 9.700 per dolar, rupiah kini diperdagangkan di kisaran Rp 9.600.
"Pelemahan rupiah terjadi karena pemburuan dolar di seluruh dunia. Ini akibat krisisi kredit di AS yang menimbulkan efek domino di mana-mana," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dampak krisis kredit di AS ini bahkan lebih parah daripada krisis yang terjadi di Asia 10 tahun yang lalu. Krisis di Asia hanya memberikan dampak bagi kawasan Asia saja, sedangkan krisis di AS sudah menular ke seluruh dunia.
Dengan program bailout senilai US$ 700 miliar ini berarti nantinya akan bermunculan potensi kredit macet baru senilai triliunan dolar AS.
"Satu per satu berguguran, bayangkan yang tidak kita sangka-sangka yang selama ini kita bayangkan perusahaannya bagus malah butuh bantuan," ujarnya.
(ddn/ir)











































