Investor Pasrah Menanti Langkah BEI

Investor Pasrah Menanti Langkah BEI

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2008 10:51 WIB
Investor Pasrah Menanti Langkah BEI
Jakarta - Pelaku pasar hanya bisa pasrah menanti langkah dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap nasib perdagangan saham yang masih tutup hingga Kamis ini.

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menutup perdagangan saham pada sesi I mulai pukul 11.08 WIB karena hancurnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang anjlok hingga 10,38%.

Ketika perdagangan saham ditutup pukul 11.08 JATS, Rabu (8/10/2008) IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669. Posisi IHSG ini merupakan terendah sejak September 2006.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hari ini investor masih menanti langkah BEI dan Bapepam terkait kelanjutan suspensi," kata Purwoko Sartono, riset analis dari Panin Sekuritas dalam rekomendasinya, Kamis (9/10/2008).

Berikut review dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

BEI untuk pertama kalinya melakukan suspensi perdagangan pada pukul 11.08 setelah IHSG anjlok-10.38%. Panic selling melanda bursa sejak pembukaan sesi I kemarin. Langkah suspensi perdagangan dilakukan BEI untuk menenangkan pasar. Sementara bursa regional, Nikkei ditutup -9.39%, Strait Times -6.61%. Kejatuhan bursa Asia dan Eropa merupakan kelanjutan dari kemerosotan Wall Street. Indeks Dow Jones jatuh ke level terendah dalam 5 tahun terakhir.

Hari ini investor masih menanti langkah BEI dan Bapepam terkait kelanjutan suspensi. Secara teknikal, terlihat IHSG memang sudah memasuki wilayah oversold. Meski demikian, dari momentum indikator belum ada sinyal reversal. Target support indeks berikut pada Fibonacci projection 161.8% adalah 1.400 dan Fibonacci projection 171.6% pada 1.271.

Dow Jones tadi malam ditutup -2.0%, Nasdaq -0.83%, meski the Fed tadi malam telah menurunkan suku bunga Fed Rate sebesar 50 bps. Harga komoditas juga mengalami penurunan tajam, yang merupakan sinyal pecahnya bubble sektor komoditas. Hari ini BEI masih akan melakukan suspensi perdagangan. Berdasarkan perkembangan berita hingga pagi ini, kemungkinan BEI baru akan membuka kembali perdagangan hari Jumat (10/10).

eTrading Securities


Bursa Indonesia pada perdagangan Rabu kemarin berakhir dengan dihentikannya perdagangan (suspend) pada pukul 11.08 setelah Indeks melemah 168 poin (10,37%) ke level 1451,6. Suspensi dilakukan oleh otoritas bursa untuk meredam kepanikan yang terjadi di bursa Indonesia terkait sentimen anjloknya bursa global sehari sebelumnya. Penurunan Bursa Indonesia seiring dengan anjloknya bursa-bursa Asia seperti Nikkei (-9,3%), STI (-6,6%), KLSE (-2,7%) dan HangSeng (-8,1%).

Bursa AS sendiri pada perdagangan semalam kembali ditutup melemah meski The Fed telah memangkas Fed Rate sebesar 50 bps menjadi 1,5%. Indeks Dow ditutup kembali turun 2%. Beberapa bank sentral di Eropa juga telah melakukan langkah terkoordinasi untuk bersama-sama menurunkan suku bunga sebesar 50bps. Bank Sentral tersebut antara lain Bank Sentral Eropa (3,75%), Bank Sentral Inggris (4,5%), Bank sentral Kanada (2,5%) dan Bank Sentral Swedia (4,25%). Pemerintah Inggris juga telah menyetujui rencana 'bailout' sebesar US$87 miliar untuk menyelamatkan industri perbankan dan sebesar US$ 200 miliar untuk meningkatkan likuiditas di pasar financial. Langkah ini direspon positif oleh bursa Jepang dengan Nikkei rebound 1,35%.

Perdagangan hari ini juga masih dihentikan untuk memberi kesempatan bagi investor untuk kembali rasional dengan keputusan investasinya. Sementara, Presiden SBY telah memerintahkan seluruh BUMN yang listing di BEI untuk melakukan Buy Back sebanyak-banyaknya untuk meningkatkan konfidensi di pasar. Kami melihat hal ini sangat mungkin dilakukan oleh BUMN mengingat ketersediaan internal kas yang mencukupi untuk melakukan buy back. Hal ini akan menjadi sentimen positif jangka pendek bagi bursa Indonesia dan diperkirakan emiten-emiten BUMN akan menguat saat bursa kembali dibuka. (ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads