Pemerintah dan BI Belum Efektif Tenangkan Pasar

Pemerintah dan BI Belum Efektif Tenangkan Pasar

- detikFinance
Kamis, 09 Okt 2008 11:30 WIB
Pemerintah dan BI Belum Efektif Tenangkan Pasar
Jakarta - Pemerintah dan Bank Indonesia belum memberikan langkah konkret dalam menenangkan pasar. Upaya yang dilakukan pemerintah tidak memberikan sentimen positif bagi pasar.

Hal tersebut disampaikan pengamat pasar valuta asing Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).

"Kita hanya pasrah menunggu nasib, tidak ada upaya yang konkret dari pemerintah dan BI. Perintah Presiden SBY yang diumumkan kemarin itu, apa langkah konkretnya," ketusnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baginya, belum ada langkah konkret yang diambil pemerintah dalam mengatasi aliran hot money yang merupakan salah satu biang anjloknya bursa.

"Yang ada malah himbauan mari kita gunakan produk dalam negeri, itu kan normatif banget, begitu saya baca perintahnya. Jadi enggak ada dampaknya ke pasar, tidak ada respon positif ke pasar," ujarnya.

Begitu pula dengan Bank Indonesia, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom menurutnya ketika ditanya mengenai krisis ini selalu menjawab dengan normatif juga.

"Miranda menjawabnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan, masih terkendali. Terus so what? Apa langkah konkret anda," tanyanya.

Pemerintah jangan terlena dengan masuknya dana asing ke Sertifikat Bank Indonesia. Karena dana itu merupakan dana panas yang bisa langsung kembali ke luar.

Sebaiknya pemerintah melakukan upaya untuk meredam pembelian dolar secara masif di pasar antara lain dengan membatasi pembelian dolar. Atau minimal melakukan penahanan hot money seperti yang dilakukan negara tetangga Malaysia dan Thailand.

Di sana, lanjut Farial, dana hot money diharuskan mengendap selama 1 tahun. Jika dana itu keluar sebelum jangka waktu 1 tahun maka kena penalti. Indonesia dinilainya terlalu bebas dalam lintas devisa.

"Ini yang jadi problem bagi kita, problem rezim devisa bebas, kita jadi korban dari valas yang bebas," pungkasnya. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads