Demikian dikatakan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers usai rapat membahas kondisi bursa saham di gedung depkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
Menkeu menjelaskan secara umum kinerja emiten tahun 2008 lebih baik dari 2007. Namun karena ada sentimen global dan beberapa sentimen negatif dari pasar saham seperti gagal bayar emiten menjadikan IHSG turun tajam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menkeu mengatakan ada beberapa alasan kenapa Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan saham Rabu pukul 11.08 WIB. Kejatuhan bursa tidak hanya terjadi di Indonesia tapi di negara lain yang pergerakan bursanya di luar kewajaran juga melakukan suspensi.
"Jadi suspensi itu dengan pertimbangan bahwa di hari Rabu terlihat kepanikan dan tingkah laku yang tidak rasional yang sangat tinggi. Kita sadar irasionalitas ini karena situasi keuangan global," kata Menkeu.
Tapi selain faktor global yang juga membuat bursa ASEAN pada Rabu kemarin turun tajam, pasar saham di Indonesia juga ada sentimen negatif.
"Dimana ada rumor negatif yang memperkeruh suasana dan tidak didasarkan fakta yang kuat. Oleh karena itu situasi ini makin tidak pasti sehingga harga saham mengalami tekanan dan pembentukan mekanisme harga jadi tidak wajar," jelasnya.
BEI dan Bapepam LK bersama anggota bursa telah melakukan evaluasi pasar setelah melakukan suspensi tersebut. Dengan pertimbangan itu lanjut Menkeu, suspensi diteruskan sampai Kamis, untuk memberi waktu kepada pelaku pasar agar kembali wajar sehingga pembentukan harga juga wajar.
"Setelah evaluasi yang detail terjadi kepanikan karena pertama faktor global dan regional yang terkoreksi saja, dan otoritas pasar modal kita melihat ada pihak-pihak yang ambil keuntungan di tengah kondisi ini dengan melakukan transaksi terlarang seperti short selling dan juga gagal bayar Bakri dan margin call yang tidak selesai. Ini yang menyebabkan koreksi tajam di indeks dan menyebabkan for selling," papar Menkeu. (ir/ddn)











































