"Pada awal perdagangan Sesi I besok, kemungkinan besar IHSG masih akan mengalami tekanan jual yang tersisa sejak suspensi dua hari yang lalu," ujar analis PT BNI Securities, Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance, Kamis (9/10/2008).
Meski demikian, pada perdagangan Sesi II besok, IHSG diperkirakan bakal memiliki potensi untuk bergerak naik, terutama jika melihat pergerakan indeks-indeks regional hari ini, Kamis (9/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari 11 indeks regional di kawasan Asia Pasifik, bursa Hang Seng, Strait Times dan Seoul ditutup naik, sedangkan bursa Shanghai, BSE 30, Kuala Lumpur, Nikkei 225, NZSE 50, All Ordinaries dan Taiwan Weighted masih terkoreksi. Sementara 11 indeks regional Eropa bergerak naik, kecuali bursa Madrid yang masih terkoreksi tipis tidak sampai 0,5%. Pergerakan indeks regional Amerika masih menunggu pembukaan perdagangan malam nanti.
"Pergerakan positif ini merupakan reaksi positif terhadap dipangkasnya beberapa suku bunga bank sentral di kawasan Eropa dan Amerika. Untuk Indonesia, rencana intervensi pemerintah dengan meminta berbagai BUMN melakukan kelonggaran dalam melakukan buy back kita harapkan dapat memberikan sentiment positif pada pasar," ujar Alfatih.
Meski berpotensi bergerak naik, Alfatih memperkirakan support IHSG masih berada di level 1.400, dengan kisaran pergerakan IHSG di level 1500-1600. Menurut Alfatih, hal ini disebabkan IHSG masih menanti masuknya investor-investor besar untuk bisa bergerak naik signifikan.
"Kalau kita lihat kejatuhan IHSG kemarin, tampaknya masih banyak dibayangi tekanan jual. Sebab nilai transaksi kemarin tidak sampai Rp 1 triliun namun anjloknya bisa mencapai 10% lebih. Itu artinya investor-investor besar seperti institusi belum masuk secara besar-besaran. Kita harapkan besok akan ada momentum yang dapat mendorong mereka masuk," ujar Alfatih. (dro/ir)











































