Demikian dikatakan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
"Kami akan bekerja sama dengan pihak Kepolisian dan pihak Kejaksaan untuk melihat apabila ada tindakan-tindakan dan kita sudah melihat ada yang melakukan tindakan baik itu dalam bentuk spreading rumor maupun tindakan untuk membuat suatu sentimen tertentu, terutama sentimen yang tidak menguntungkan," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah juga akan mengendus berbagai hal yang menjurus ke pelanggaran ketentuan terkait transaksi pada Rabu (8/10/2008) kemarin dan juga 3 bulan terakhir.
"Kita akan mendeteksi siapa-siapa yang melakukan tindakan yang kita bisa lihat termasuk di dalam kategori pelanggaran ketentuan bahkan kita tidak akan segan karena kami tadi bertemu dengan Presiden mengundang KPK, Kapolri dan Kejaksaan kalau ini sudah masuk dalam kategori pidana kriminal maka kita tidak segan-segan untuk melakukan proses hukum yang secepat-cepatnya dan setegas-tegasnya untuk ini," urainya.
Dengan demikian, tegasnya, siapapun pihak yang dengan sengaja berbuat untuk menguntungkan diri sendiri atau pun secara sistemik mengacaukan pasar saham dan perekonomian Indonesia, maka tindakan hukum tidak segan akan diberlakukan.
"Apalagi memang bertujuan yang lebih sistemik membuat suasana pasar saham atau perekonomian Indonesia lebih buruk maka pemerintah tidak segan-segan untuk melakukan tindakan kalau itu memang melanggar hukum," katanya.
BEI sendiri sebelumnya telah mengendus adanya anomali terkait anjloknya IHSG yang menyebabkan seluruh perdagangan saham akhirnya dihentikan sementara. Anomali ini disebabkan karena nilai transaksi pada Rabu (8/10/2008) hanya sebesar Rp 952,165 miliar, namun IHSG anjlok hingga 10,38%.
"Kami akan melakukan pemeriksaan atas anomali transaksi hari ini. Masih belum bisa dipastikan apakah ada transaksi ilegal. Namun jika melihat nilai transaksi hari ini yang hanya sebesar Rp 952 miliar, sedangkan IHSG anjlok hingga 10,38% sangat irrasional," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah kemarin.
Seperti diketahui, BEI pada Rabu kemarin memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham. Ketika disuspensi pada Rabu, pukul 11.08 waktu JATS, IHSG anjlok tajam 168,52 poin (10,38%) ke level 1451,669.
(dnl/qom)











































