Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo dalam perbincangan dengan detikFinance, Jumat (10/10/2008).
"Memang seharusnya jangan dibuka, paling cepat Senin, apalagi tadi malam pada anjlok, ini menghancurkan kredibilitas pemerintah," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Presiden bilang hari minggu aman eh hari Seninnya malah anjlok, terus rapat lagi, terus buat pernyataan lagi masih aman, tetapi malah hancur dan terpaksa menutup bursa, ini sudah 3 kali lho kejadiannya," ujarnya.
Penutupan kembali saham menunjukkan pemerintah tidak percaya diri akan langkah-langkah yang diambil untuk mengamankan, menstabilkan dan mengamankan pasar.
"Ini paling tidak membuat orang tidak yakin lagi kepada pemerintah, my word is my bond, kata-kata saya adalah jaminan saya, tapi bagi pemerintah terbalik, jaminan saya adalah kata-kata saya," ujarnya. (ddn/ir)











































