BEI Ditutup Lagi Karena Ada Ancaman Penyesatan Informasi

BEI Ditutup Lagi Karena Ada Ancaman Penyesatan Informasi

- detikFinance
Jumat, 10 Okt 2008 13:45 WIB
BEI Ditutup Lagi Karena Ada Ancaman Penyesatan Informasi
Jakarta - Batalnya pembukaan pasar saham pada Jumat ini bukan karena pemerintah dan otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) takut terjadi penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ditutupnya lagi pasar saham ini karena ada ancaman misinformasi.

Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad Rahmany mengatakan penutupan sesi I pada Jumat ini karena Bapepam, depkeu dan BEI sedang menyiapkan beberapa langkah antisipasi terhadap pasar.

"Seperti misalnya aturan-aturan dan mekanisme-mekanisme lain yang bisa menjamin bahwa pasar bukan digerakkan oleh sentimen misinformasi atau informasi yang tidak tepat," kata Fuad dalam jumpa pers di gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fuad menjelaskan tujuan dari penutupan BEI Jumat pagi ini, meski pada Kamis malam, sudah diputuskan untuk dibuka, bukan semata-mata karena takut indeks turun.

"Kalau memang indeks turun dan itu dikarenakan oleh faktor global yang turun kita tidak bisa apa-apa, namun kita melihat bahwa penuruann indeks di Indonesia selain di-drive faktor global juga disebabkan oleh informasi-informasi dan juga rumor yang cenderung menyesatkan pasar. Inilah sebabnya kita meminta waktu dulu untuk menyiapkan regulasi untuk mengantisipasi hal itu," jelas Fuad.

Mengenai kelanjutan pembukaan suspensi hari ini, menurut Fuad itu ada ditangan Menkeu. "Sebelum jam 14.00 WIB, kita umumkan namun di luar itu  sebelum hari Senin kita berusaha menyiapkan mekanisme  dengan baik agar ketika dibuka hari Senin sudah berjalan baik lagi," tutur Fuad.

Sementara Ketua Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) Airlangga Hartarto mengatakan pasar saham sebaiknya disuspensi sampai sesi II Jumat dan baru dibuka lagi Senin pekan depan karena kondisi hari ini sedang tidak kondusif.

Airlangga mengaku sangat menyayangkan sikap BEI yang secara sepihak mensuspensi perdagangan saham hari ini karena sebelumnya sudah diumumkan dibuka.

"Padahal kemarin sudah diumumkan dibuka oleh pemerintah, itu kan akan mengurangi kredibilitas pemerintah sekaligus mengurangi kepercayaan diri investor baik pada pasar modal maupun otoritas pasar modal sendiri. Ini akan berpengaruh pada pasar modal kita ketika akan dibuka nanti," katanya.

Sebenarnya, lanjut Airlangga, BEI bisa menerapkan autohalting dan auto rejection dalam kondisi saat ini. Sehingga ketika ada saham yang turun tajam bisa langsung auto halting. (ir/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads