7 Bank Asing Beri ASF Pinjaman US$ 92 Juta

7 Bank Asing Beri ASF Pinjaman US$ 92 Juta

- detikFinance
Jumat, 10 Okt 2008 14:56 WIB
Jakarta - PT Astra Sedaya Finance (ASF), anak usaha PT Astra International Tbk (ASII)
memperoleh pinjaman konsorsium 7 bank asing sebesar US$ 92 juta.

"Kami mendapat kucuran kredit sindikasi sebesar 92 juta dolar AS dari tujuh bank
asing. Pinjaman sindikasi ini berjangka waktu tiga tahun dengan tingkat bunga
LIBOR (London Inter Bank Offer Rate) plus di bawah 2 persen," kata Presiden
Direktur ASF, Benny Tjoeng dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Jumat
(10/10/2008).

Ketujuh bank asing yang dimaksud adalah Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ, Chinatrust Commercial Bank, Mizuho Corporate Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corp, Export-Import Bank Tiongkok, Bank of China dan Mega International Commercial Bank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penandatanganan perjanjian kredit dilakukan hari ini di Jakarta," ujarnya.

Dia menambahkan suku bunga pinjaman yang dikenakan cukup kompetitif di tengah situasi krisis ekonomi global dan naiknya suku bunga lokal.

"Dana pinjaman ini akan digunakan untuk modal kerja pembiayaan untuk kuartal IV
tahun 2008," katanya.

Benny mengatakan dana pembiayaan untuk enam bulan ke depan tidak ada masalah, semuanya sudah tersedia. "Mungkin untuk enam bulan berikutnya kami akan pikirkan lagi bagaimana mencari dana untuk modal kerja," imbuhnya.

Menanggapi naiknya suku bunga perbankan dan BI rate, Benny mengatakan hal itu sudah jauh-jauh hari diantisipasi manajemen, sehingga kami tidak akan menaikkan lagi suku bunga pinjamannya kepada nasabah.

"Sejauh ini suku bunga yang kami kenakan masih dibawah 23 persen, ini cukup
kondusif bagi permintaan kredit otomotif," jelas Benny.

Kecuali kalu suku bunga kredit otomotif sudah lebih dari 23 persen, kemungkinan
permintaan kredit otomotif akan berkurang, karena nasabah menilai suku bunga
sebesar itu cukup memberatkan.

Sementara hingga September 2008 perseroan membukukan penjualan sebesar Rp 11 triliun, dan diperkirakan sampai akhir 2008 penjualannya mencapai Rp 13,5
triliun atau melebih target yang ditetapkan sebesar Rp 12,5 triliun.

"Dengan demikian penjualan ini akan meningkat 38 persen dibandingkan 2007,"
ujarnya. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads