Untuk itu, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil menghimbau agar rencana buy back disiapkan lebih matang lagi dan tidak melawan pasar saat kondisi pasar buruk sekali.
"Kita lihat lagi kondisi pasar, yang penting kita beri kesempatan mereka untuk buy back secara sukarela. Yang jelas kita tidak mungkin melawan pasar kalau kondisi pasar parah sekali seperti sekarang ini," jelasnya usai shalat Jumat di Gedung Garuda, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Dengan tutupnya pasar, menurutnya ini kesempatan bagi emiten BUMN untuk mengakaji lebih matang tentang rencana buy back yang akan mereka lakukan. Ia menambahkan, saat ini seluruh BUMN sedang membuat laporan internal yang harus segera dilaporkan kepada Kementrian BUMN.
"Paling cepat buy back bisa dilakukan Senin, ketika pasar dibuka kembali," imbuhnya.
Pemerintah sendiri tidak memiliki target pelaksanaan buy back tersebut. Ia mengatakan, buy back tetap harus berpegang teguh pada prinsip tidak melawan pasar, karena tidak akan ada hasilnya.
"Kalau misalnya pasar oke, kita buy back, kan bisa mnciptakan market confidence. Tapi kalau pasarnya speperti ini terus kita coba tahan, bisa tergulung kita," tuturnya.
Ia juga meminta para BUMN yang akan buy back membuat SOP internal yg bagus. Pada harga berapa mereka masuk, supaya tidak ada konflik kepentingan.
"Jangan sampai ada orang dalam yang punya saham juga, kalau dia buy back sahamnya sendiri kan bukan buy back namanya," pungkasnya.
(ang/ir)











































