"Semestinya pertemuan dengan BUMI dilakukan siang ini. Tapi karena kondisi pasar modal sedang seperti ini, pertemuan tidak jadi dilakukan hari ini," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah usai pertemuan dengan pelaku pasar di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Jumat (10/10/2008).
Tujuan BEI memanggil manajemen BUMI adalah untuk melakukan klarifikasi atas isu transaksi material penjualan saham perusahaan grup Bakrie tersebut. Berdasarkan informasi yang beredar di pasar, BUMI dikabarkan telah melakukan penjualan 35% saham yang dimiliki induk usahanya, PT Bakrie & Brothers
Tbk (BNBR) kepada sebuah perusahaan asing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun berdasarkan informasi yang diperoleh detikFinance, BNBR dikatakan telah melakukan penandatanganan awal transaksi penjualan 35% saham BUMI kepada Avenue Capital Group Kamis malam tadi, Kamis 9 Oktober 2008. Avenue Capital Group merupakan perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang didirikan pada tahun 1995. Asetnya per 31 Agustus 2008 mencapai US$ 20,3 miliar.
Transaksi penjualan seluruh portofolio BNBR di BUMI dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, grup Bakrie dikabarkan sedang mengalami krisis likuiditas keuangan sehingga membutuhkan suntikan dana dalam jumlah besar.
Dalam laporan keuangan BNBR semester I lalu, BNBR menyatakan telah menggadaikan sejumlah saham di 3 anak usahanya untuk memperoleh pinjaman sebesar US$ 1,09 miliar dari Odickson Finance dan US$ 300 juta dari ICICI dan JP Morgan Chase Bank. Penggadaian sejumlah saham tersebut dilakukan kurang lebih satu per tiga dari harga pasar.
Kedua, penjualan 35% saham BUMI tersebut dilakukan karena harga saham BUMI kini telah berada di bawah harga ketika BNBR menggadaikan saham BUMI ke institusi-institusi di atas. Atas dasar beberapa alasan tersebut, BNBR dikabarkan memutuskan melepas seluruh portofolionya di BUMI kepada Avenue Capital. (dro/ir)











































