Pada penutupan perdagangan valas pukul 16.00 WIB, Jumat (10/10/2008) rupiah melemah hingga 270 poin ke posisi 9.860 per dolar AS. Bahkan rupiah Jumat ini sempat melemah ke 9.890 per dolar AS.
"Tidak ada kemampuan dari bank sentral untuk menjaga rupiah di tengah gejolak pasar global seperti ini," kata pengamat valas Farial Anwar ketika dihubungi detikFinance, Jumat (10/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai penjualan rupiah antar bank yang hingga mencapai di atas 10.000 per dolar AS, menurut Farial memang bank biasanya sengaja mengambil selisih yang lebar untuk transaksinya.
"Kalau transaksi di bank atau dealer memang kadang mengambil selisihnya lebar," katanya.
Pelemahan rupiah yang tajam ini menurut Farial adalah konsekuensi dari pasar devisa bebas. Sehingga dalam kondisi pasar global yang anjlok Indonesia juga tidak bisa menahannya.
"Sebenarnya kita sudah capek menyarankan ke BI agar menempatkan orang-orangnya di bank-bank yang sering melakukan spekulasi, atau membatasi pembelian dolar karena ini bisa menghindari aksi spekulasi," katanya. (ir/ddn)











































