Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam usai acara konferensi pers di Gedung Depkeu Jakarta, Jumat (10/10/2008).
"Bakrie adalah masalah korporasi nanti kita lihat, mereka sudah membuat public expose. Kita akan melihat terus terhadap penanganan dari perusahaan dan pengaruhnya terhadap keseluruhan bursa," ucap Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korporasi bertanggungjawab menyampaikan disclose sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut, Bapepam dan BEI telah meminta kepada suatu penjelasan detail dan yang kongkret karena itu adalah tanggung jawab emiten dalam hal ini kelompok tersebut kepada pemegang saham," ujarnya.
Sementara itu Bursa Efek Indonesia (BEI) juga menyarankan PT Bumi Resources Tbk BUMI segera menggelar paparan publik untuk menjelaskan soal rumor-rumor seputar mereka, terutama terkait isu penjualan sejumlah saham perseroan.
"Kami akan panggil mereka secepatnya untuk minta klarifikasi soal rumor seputar
mereka, terutama soal penjualan saham-saham mereka. Setelah itu, sebaiknya
mereka menggelar publik ekspose soal itu," ujar Direktur Perdagangan Saham,
Litbang BEI, MS Sembiring di kantornya, SCBD.
Tadinya BEI berencana menggelar pertemuan dengan BUMI hari ini. Namun tidak jadi
dilaksanakan lantaran seluruh direksi BEI sedang disibukkan oleh suspensi pasar
modal akibat kondisi pasar yang sedang amburadul.
Pertemuan tersebut dilakukan untuk meminta penjelasan soal rumor penjualan
sejumlah saham perseroan yang santer di kalangan pelaku pasar. Menurut kabar
yang beredar di bursa, BUMI disebutkan telah melakukan penandatanganan transaksi
penjualan 35% saham kepada investor tertentu.
Isu tersebut masih simpang siur. Ada yang mengatakan bahwa pembeli 35% saham
BUMI tersebut adalah Avenue Capital Group, sebuah perusahaan investasi raksasa
asal Amerika Serikat yang memiliki aset sebesar US$ 20,3 miliar.
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga dikabarkan tertarik membeli saham-saham BUMI yang akan dilepas.
BEI pun mendengar isu yang berbeda. Sembiring mengatakan bahwa 35% saham BUMI
yang akan dilepas adalah milik induk usaha mereka PT Bakrie & Brothers Tbk
(BNBR).
"Salah satu info mengatakan dia (BNBR) mau jual salah satu perusahaannya ke Tata
Steel. Untuk mengklarifikasi masalah ini, kami akan panggil mereka secepatnya," ujar Sembiring.
Sayangnya, Sembiring belum dapat memastikan kapan manajemen BUMI akan dipanggil
kembali, setelah tidak jadi dilakukan siang tadi.
(dro/hen)











































