SBY: Krisis Keuangan Global Seperti Tsunami

SBY: Krisis Keuangan Global Seperti Tsunami

- detikFinance
Minggu, 12 Okt 2008 12:51 WIB
SBY: Krisis Keuangan Global Seperti Tsunami
Bogor - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut krisis keuangan yang terjadi di pasar global sekarang ini sebagai tsunami yang membawa dampak bagi pembangunan nasional. Walau sumber masalah ada di AS, tetapi mau tidak mau akan ada dampaknya bagi perekonomian dalam negeri.

"Krisis ini global ini seperti tsunami yang berdampak pada pembangunan yang sedang kita laksanakan, tapi mau tidak mau akan ada dampaknya terhadap ekonomi dalam negeri, pemerintah terus berusaha agar bisa kita minimalkan," ujar SBY dalam sambutannya pada peringatan hari lahir ke 25569 Nabi Kong Hu Cu. Acara yang diselenggarakan Majelis Tinggi Agama Kong Hu Cu ini berlangsung di Stadion Persikabo, Cibinong, Kab. Bogor, Minggu (12/10/2008).

Meski terkena dampaknya, pemerintah tetap berkomitmen untuk mencegah dampaknya. "Prioritasnya adalah peningkatan kesejahteraan, kepentingan masyarakat harus kita lindungi, peningkatan anggaran kesejahteraan dalam APBN-APBD harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sektor riil harus tetap berjalan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi mencegah kembali terpuruknya pertumbuhan ekonomi nasional, maka semua pihak diminta tidak panik dan tetap berpikir rasional. Khususnya sektor usaha riil agar ikut berjuang menggerakkan roda ekonomi.

"Terima kasih pada dunia usaha yang dua minggu ini gigih melakukan perbaikan. Jangan ada di antara kita yang justru mengambil keuntungan dalam situasi demikian," sambungnya.

Pelepasan Merpati

Puncak peringatan nasional hari lahir Nabi Kong Hu Cu tahun ini berlangsung sederhana dan singkat. Setelah atraksi barongsai, acara diakhiri dengan pelepasan 80 ekor merpati oleh umat Kong Hu Cu sebegai simbol harapan masa depan yang lebih baik.

Sejumlah pejabat negara hadir dalam kesempatan pagi hari ini. Di antaranya adalah Mensesneg Hatta Rajasa, Menag Maftuh Basyuni, dan Wagub Jabar Yusuf M. Effendi.

(lh/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads