Langkah ini bagian dari upaya korporasi untuk mendukung pemerintah dalam menstabilkan pasar saham domestik dari imbas krisis finansial di AS.
Hal ini dikatakan oleh Sekretaris PT SCM Hardijanto Saroso saat ditemui di kantor Bapepam, saat mendaftar rencana buy back, Jakarta, Minggu (12/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya aksi buy back oleh para emiten baik itu BUMN maupun non BUMN diperlukan mengingat gejolak pasar bursa global sangat berdampak pada bursa lokal. Sehingga emiten yang memiliki kinerja baik ataupun tidak baik pada saat ini pasti akan terdepresiasi.
"Yang kita bantu adalah semua, kalau bukan kita yang bantu siapa lagi, pasar modal sudah jatuh. semua dana yang berbasis dolar sudah ditarik ke AS," ucapnya.
Dikatakannya hingga kini saham SCMA sebesar 13% dilepas ke publik, dari sejumlah itu hampir 80% saham dipegang asing, sedangkan sisanya 87% dimiliki institusi.
Hardijanto menambahkan berdasarkan penutupan perdagangan saham terakhir nilai saham
SCMA sebesar Rp 770 per saham melorot dari sebelumnya Rp 900 per saham. (hen/ddn)











































